Ayam yang perlu diperiksa dan dirawat untuk mencegah serangan gurem pada kandang

Cara Membasmi Gurem Ayam dan Mencegahnya Menyebar ke Rumah

Gurem adalah tungau pengisap darah pada unggas yang dapat menyerang ayam, sarang, kandang, dan kadang menggigit manusia. Kenali tanda, risiko, dan cara membasmi gurem dengan aman.

Gurem adalah hama kecil yang sering menyerang ayam, terutama ayam kampung, ayam petelur, unggas peliharaan, dan kandang yang lembap atau jarang dibersihkan. Banyak orang menyebutnya kutu ayam, tetapi secara ilmiah gurem lebih tepat disebut tungau unggas.

Jenis yang sering dikaitkan dengan gurem adalah Ornithonyssus bursa, dikenal sebagai tropical fowl mite. Pada peternakan ayam, masalah tungau juga sering berhubungan dengan Dermanyssus gallinae, atau poultry red mite. Keduanya termasuk ektoparasit, yaitu parasit yang hidup di luar tubuh inang dan mengisap darah unggas.

Masalah gurem tidak boleh diremehkan. Pada ayam, infestasi berat dapat menyebabkan stres, gatal, iritasi, anemia, penurunan produksi telur, dan gangguan pertumbuhan. Pada lingkungan rumah, gurem juga bisa menyebar dari kandang, sarang burung, atap, plafon, atau celah bangunan lalu menggigit manusia. Ornithonyssus bursa dikenal sebagai tungau pengisap darah pada unggas dan burung liar, serta dilaporkan dapat menggigit manusia dalam kondisi tertentu.

Apa Itu Gurem?

Gurem adalah tungau berukuran sangat kecil yang hidup pada unggas atau lingkungan kandang. Karena ukurannya kecil, gurem sering sulit terlihat jelas. Biasanya pemilik ayam baru menyadari setelah ayam terlihat gelisah, sering menggaruk, bulu rusak, produksi telur menurun, atau muncul rasa gatal pada manusia di sekitar kandang.

Dermanyssus gallinae atau tungau merah unggas yang sering disebut gurem ayam
Dermanyssus gallinae adalah salah satu tungau unggas pengisap darah yang sering dibahas dalam kasus gurem ayam.

Secara sederhana, gurem bekerja seperti “nyamuk kecil” pada unggas. Ia mengisap darah, bersembunyi di sela bulu, sarang, retakan kandang, bambu, kayu, kardus, atau celah dinding. Pada malam hari, beberapa jenis tungau lebih aktif mencari darah.

Perbedaan pentingnya:
Ornithonyssus bursa lebih sering ditemukan pada tubuh burung atau unggas.
Dermanyssus gallinae sering bersembunyi di celah kandang pada siang hari dan naik ke tubuh ayam untuk mengisap darah, terutama pada malam hari. Literatur poultry red mite menyebut tungau ini dapat bersembunyi di retakan dan celah kandang, sehingga pengendaliannya harus mencakup tubuh unggas, kandang, dan peralatannya.

Ciri-Ciri Ayam Terkena Gurem

Ayam yang terserang gurem biasanya menunjukkan perubahan perilaku. Gejalanya bisa ringan sampai berat, tergantung jumlah tungau dan kondisi kandang.

Ciri-ciri ayam terkena gurem antara lain:

  • ayam sering menggaruk tubuh,
  • tampak gelisah dan tidak nyaman,
  • bulu kusam, rusak, atau rontok,
  • ayam enggan masuk kandang,
  • ayam tampak lemas,
  • nafsu makan menurun,
  • produksi telur menurun,
  • telur tampak kotor atau menurun kualitasnya,
  • kulit tampak iritasi,
  • anak ayam lebih rentan lemah,
  • ada bintik kecil bergerak di bulu, sarang, atau celah kandang.

Pada infestasi berat, tungau pengisap darah dapat menyebabkan kehilangan darah dan stres fisiologis pada unggas. Review tentang Dermanyssus gallinae menyebut tungau merah unggas sebagai salah satu ektoparasit paling bermasalah pada ayam petelur karena berdampak pada kesejahteraan ayam, produksi, dan kualitas telur.

Apakah Gurem Bisa Menggigit Manusia?

Ya, gurem dapat menggigit manusia, terutama ketika populasi tinggi atau inang utamanya tidak tersedia. Misalnya, saat ayam dipindahkan, kandang dibongkar, sarang burung di atap dibuang, atau unggas mati. Dalam kondisi seperti itu, tungau dapat bergerak mencari sumber darah lain.

Gigitan gurem pada manusia dapat menyebabkan:

  • gatal,
  • bintik merah,
  • rasa seperti ada yang merayap di kulit,
  • iritasi,
  • bekas garukan,
  • gangguan tidur,
  • rasa tidak nyaman di rumah.

Namun, manusia bukan inang utama bagi tungau unggas. Kasus dermatitis akibat tungau burung dapat sulit dikenali karena gejalanya mirip gigitan serangga lain. Laporan kasus tentang Ornithonyssus bursa menunjukkan tungau ini dapat menyebabkan dermatitis pada manusia, terutama ketika ada sumber burung atau sarang di sekitar tempat tinggal.

Dari Mana Gurem Berasal?

Gurem biasanya berasal dari ayam, unggas lain, kandang, sarang, atau burung liar. Pada rumah, sumbernya sering tidak langsung terlihat. Bisa saja berasal dari kandang ayam di dekat rumah, sangkar burung, sarang burung di plafon, celah atap, atau bangunan yang memiliki banyak burung bertengger.

Sumber umum gurem:

  • kandang ayam yang lembap,
  • alas kandang jarang diganti,
  • sarang ayam penuh kotoran,
  • ayam baru yang sudah terinfestasi,
  • burung liar di atap,
  • sarang burung di plafon,
  • celah kayu atau bambu kandang,
  • karung, kardus, dan jerami bekas kandang,
  • peralatan kandang yang tidak dibersihkan.

Jika gurem muncul di kamar, plafon, atau dinding, jangan hanya menyemprot area dalam rumah. Cari sumbernya. Jika ada sarang burung di atap atau kandang ayam dekat rumah, sumber tersebut harus ditangani.

Cara Membasmi Gurem Ayam

Cara membasmi gurem harus menyasar tiga titik sekaligus: ayam, kandang, dan lingkungan sekitar. Jika hanya ayam yang diobati tetapi kandang tetap penuh tungau, gurem dapat kembali dengan cepat.

1. Pisahkan Ayam yang Terinfestasi Berat

Ayam yang terlihat sangat gelisah, lemas, bulunya rusak, atau penuh tungau sebaiknya dipisahkan sementara. Tujuannya untuk memudahkan pemeriksaan dan mengurangi penyebaran ke ayam lain.

Periksa bagian tubuh yang sering menjadi tempat tungau:

  • bawah sayap,
  • sekitar leher,
  • pangkal bulu,
  • sekitar kloaka,
  • dada,
  • sela bulu,
  • kulit yang tampak iritasi.

Gunakan sarung tangan saat memeriksa ayam. Setelah selesai, cuci tangan dan ganti pakaian jika kandang infestasinya berat.

2. Bersihkan Kandang Secara Total

Pembersihan kandang adalah langkah utama. Gurem dapat bersembunyi di celah kandang, sambungan kayu, bambu, sarang, lantai, dinding, tempat bertengger, dan wadah pakan.

Langkah pembersihan kandang:

  • keluarkan ayam sementara,
  • buang alas kandang lama,
  • buang sarang kotor,
  • sikat kotoran yang menempel,
  • bersihkan tempat pakan dan minum,
  • cuci kandang jika memungkinkan,
  • keringkan kandang dengan baik,
  • bersihkan celah kayu dan bambu,
  • buang kardus, jerami, atau kain bekas kandang yang terkontaminasi.

Untuk Dermanyssus gallinae, pembersihan saja sering belum cukup karena tungau dapat bertahan di celah lingkungan kandang. Studi kontrol jangka panjang menunjukkan pendekatan gabungan seperti pembersihan, disinfeksi, aplikasi akarisida berbasis silika, dan monitoring berkala dapat membantu mengendalikan infestasi poultry red mite.

3. Jemur dan Keringkan Kandang

Gurem menyukai tempat lembap dan terlindung. Setelah dibersihkan, kandang perlu dikeringkan. Sinar matahari membantu mengurangi kelembapan dan membuat kandang kurang nyaman bagi tungau.

Lakukan:

  • jemur alas kandang,
  • buka ventilasi,
  • hindari kandang terlalu gelap,
  • kurangi area basah,
  • perbaiki atap bocor,
  • jangan menumpuk kotoran ayam,
  • ganti alas kandang secara rutin.

Kandang yang kering dan berventilasi baik lebih sulit mendukung ledakan populasi tungau.

4. Gunakan Akarisida Sesuai Label

Karena gurem adalah tungau, bahan pengendali yang digunakan sebaiknya merupakan akarisida atau produk yang memang berlabel untuk tungau unggas. Jangan memakai insektisida sembarangan, terutama pada ayam petelur atau ayam konsumsi.

Perhatikan:

  • baca label produk,
  • ikuti dosis,
  • perhatikan masa tunggu jika ayam menghasilkan telur atau daging,
  • jangan mencampur bahan tanpa petunjuk,
  • hindari penggunaan di dekat anak-anak,
  • gunakan alat pelindung diri,
  • jangan menyemprot pakan dan air minum,
  • konsultasikan dengan dokter hewan atau petugas terkait bila perlu.

Untuk peternakan atau kandang besar, pengendalian harus lebih terukur karena penggunaan bahan yang salah dapat menimbulkan residu dan resistensi.

5. Rawat Ayam yang Lemah

Ayam yang terserang gurem berat dapat mengalami stres dan lemah. Selain membasmi tungau, perbaiki kondisi ayam.

Langkah pendukung:

  • beri pakan berkualitas,
  • sediakan air bersih,
  • kurangi kepadatan kandang,
  • pisahkan ayam sakit,
  • cek tanda anemia,
  • kurangi stres panas,
  • jaga kebersihan sarang bertelur.

Jika ayam sangat lemas, anak ayam mati, atau terjadi penurunan produksi telur besar, konsultasikan dengan tenaga kesehatan hewan.

6. Tangani Sarang Burung di Atap atau Plafon

Jika gurem muncul di rumah, sumbernya sering berasal dari burung liar. Sarang burung di atap, plafon, ventilasi, atau sekitar eaves dapat menjadi sumber tungau.

Langkah penanganan:

  • identifikasi apakah ada sarang burung,
  • jangan membongkar sarang tanpa perlindungan,
  • gunakan sarung tangan dan masker,
  • bersihkan sarang setelah burung tidak aktif,
  • tutup akses burung masuk,
  • bersihkan area sekitar sarang,
  • lakukan vacuum dan pembersihan terkontrol,
  • hindari menyapu kering debu sarang.

Setelah sarang dibuang, tungau dapat menyebar ke area rumah untuk mencari inang baru. Karena itu, pembersihan harus dilakukan hati-hati dan sumber masuk burung perlu ditutup.

7. Bersihkan Area Rumah yang Terdampak

Jika gurem sudah masuk ke rumah, bersihkan area yang sering dikeluhkan gatal atau terlihat ada tungau kecil.

Fokus pada:

  • kasur,
  • sofa,
  • karpet,
  • celah lantai,
  • kusen,
  • dinding dekat plafon,
  • ventilasi,
  • area bawah jendela,
  • sekitar kandang atau sangkar.

Cuci kain, selimut, dan pakaian dengan air panas jika memungkinkan. Vacuum area celah, lalu buang kantong vacuum atau bersihkan tabungnya dengan hati-hati. Jangan lupa menangani sumber utama, karena pembersihan rumah saja tidak cukup jika kandang atau sarang burung masih aktif.

8. Gunakan Bantuan Profesional Jika Menyebar ke Rumah

Gunakan layanan pest control Bali jika gurem sudah menyebar ke kamar, plafon, dinding, atau area keluarga. Masalah tungau unggas di rumah sering sulit karena sumbernya bisa tersembunyi di atap, sarang burung, kandang, atau celah bangunan.

Bantuan profesional diperlukan jika:

  • gigitan muncul berulang,
  • tungau terlihat di dinding atau kasur,
  • ada sarang burung di plafon,
  • kandang dekat rumah infestasinya berat,
  • penghuni mengalami gatal terus-menerus,
  • pembersihan mandiri tidak berhasil,
  • sumber tungau sulit ditemukan.

Untuk kasus kandang unggas, bantuan dokter hewan atau tenaga peternakan juga penting agar treatment aman bagi ayam dan produk telur/daging.

Cara Mencegah Gurem Datang Lagi

Pencegahan gurem harus dilakukan secara rutin. Tungau mudah kembali jika kandang kotor, lembap, dan banyak celah persembunyian.

Langkah pencegahan:

  • bersihkan kandang berkala,
  • ganti alas kandang,
  • jemur kandang,
  • kurangi kelembapan,
  • perbaiki ventilasi,
  • jangan terlalu padat memelihara ayam,
  • karantina ayam baru sebelum digabung,
  • bersihkan tempat bertengger,
  • tutup celah yang menjadi sarang tungau,
  • cegah burung liar bersarang di rumah,
  • buang sarang lama dengan aman,
  • pantau ayam setiap minggu.

Untuk kandang skala kecil, kebersihan dan sinar matahari sangat membantu. Untuk peternakan, perlu monitoring populasi tungau dan program kontrol yang lebih sistematis.

Kesalahan Umum Saat Membasmi Gurem

Beberapa kesalahan membuat gurem cepat kembali:

  • hanya mengobati ayam, kandang tidak dibersihkan,
  • menyemprot kandang tetapi tidak membersihkan celah,
  • tidak mengganti alas kandang,
  • membiarkan kandang lembap,
  • memasukkan ayam baru tanpa karantina,
  • memakai obat tanpa membaca label,
  • menyemprot pakan dan air minum,
  • membongkar sarang burung tanpa perlindungan,
  • tidak menutup akses burung ke atap,
  • mengira semua gatal di rumah berasal dari kutu kasur.

Gurem harus ditangani dari sumbernya. Jika sumbernya ayam, kandang harus dibersihkan. Jika sumbernya burung liar, sarang dan akses burung harus ditangani.

Kapan Masalah Gurem Dianggap Serius?

Masalah gurem perlu ditangani serius jika:

  • ayam terus gelisah,
  • produksi telur menurun,
  • anak ayam lemah atau mati,
  • banyak tungau terlihat di kandang,
  • penghuni rumah ikut gatal,
  • tungau muncul di kamar,
  • kandang dekat dapur atau rumah,
  • ada sarang burung di plafon,
  • pembersihan biasa tidak berhasil.

Pada kondisi berat, jangan hanya mengandalkan bahan alami. Gunakan pendekatan terpadu dan konsultasi dengan pihak yang memahami unggas atau pest control.

Kesimpulan

Cara membasmi gurem harus dilakukan dengan memahami bahwa gurem adalah tungau unggas, bukan sekadar kutu biasa. Jenis yang sering dibahas adalah Ornithonyssus bursa dan Dermanyssus gallinae, yaitu tungau pengisap darah yang dapat menyerang ayam, bersembunyi di kandang, dan kadang menggigit manusia.

Penanganan terbaik adalah kombinasi antara pemeriksaan ayam, pembersihan kandang total, pengeringan, penggunaan akarisida sesuai label, penanganan sarang burung, dan pembersihan area rumah yang terdampak. Jika gurem menyebar ke rumah atau infestasi kandang berat, gunakan bantuan profesional agar sumber masalah ditemukan dan ditangani dengan aman.


Referensi Eksternal

  1. University of Florida IFAS Extension, 2021, Tropical Fowl Mite, Ornithonyssus bursa (Berlese), diakses pada 26 Mei 2026.
  2. Bassini-Silva, R., dkk., 2022, Sleeping with the Enemy: Case Reports of Ornithonyssus bursa Infestation, diakses pada 26 Mei 2026.
  3. Waap, H., dkk., 2020, Human Dermatitis Linked to Ornithonyssus bursa Infestation, diakses pada 26 Mei 2026.
  4. Hwang, E. T., dkk., 2023, Management of the Poultry Red Mite Dermanyssus gallinae, diakses pada 26 Mei 2026.
  5. Rüster, V., dkk., 2023, Successful Long-Term Control of Poultry Red Mite Dermanyssus gallinae, diakses pada 26 Mei 2026.
  6. Hadi, U. K., dkk., 2023, Prevalensi, Derajat Infeksi dan Sebaran Tungau Ayam pada Peternakan Ayam Petelur, diakses pada 26 Mei 2026.
  7. Poultry Indonesia, 2023, Gurem: Ayam Ras Petelur, Manusia, Resistensi dan Penanganannya, diakses pada 26 Mei 2026.

Dipublikasikan pada: 10 Desember 2020
Terakhir diperbarui pada: 28 Mei 2026