Gegat atau silverfish di dekat buku lama yang berisiko merusak kertas

Cara Membasmi Gegat pada Buku, Lemari, dan Area Lembap

Gegat atau silverfish adalah serangga kecil yang menyukai tempat gelap, lembap, dan banyak bahan berpati seperti kertas, lem, kardus, buku, serta kain. Cara membasmi gegat yang efektif harus dimulai dari mengurangi kelembapan, membersihkan area penyimpanan, menutup celah, dan melakukan monitoring hama.

Gegat adalah serangga kecil berwarna keperakan yang sering ditemukan di kamar mandi, lemari, rak buku, gudang, dapur, ruang arsip, kardus lama, atau area rumah yang lembap. Gerakannya cepat, tubuhnya pipih, dan bentuknya memanjang seperti ikan kecil. Karena itu, dalam bahasa Inggris gegat dikenal sebagai silverfish.

Gegat atau silverfish di dekat buku lama yang berisiko merusak kertas

Secara ilmiah, gegat yang umum dikenal sebagai silverfish adalah Lepisma saccharinum, serangga tidak bersayap dari ordo Zygentoma. Serangga ini menyukai bahan yang mengandung karbohidrat, pati, gula, selulosa, dan lem. Karena itu, gegat sering merusak buku, kertas, wallpaper, kardus, foto, label, kain, hingga bahan makanan kering tertentu.

Cara membasmi gegat tidak cukup hanya dengan membunuh serangga yang terlihat. Gegat biasanya muncul karena kondisi ruang mendukung: lembap, gelap, banyak celah, jarang dibersihkan, dan tersedia bahan makanan seperti kertas, debu organik, lem, atau kardus. Jika penyebab ini tidak diperbaiki, gegat dapat muncul kembali.

NEDCC menjelaskan bahwa silverfish adalah serangga nokturnal tanpa sayap yang bersembunyi di celah pada siang hari dan keluar pada malam hari untuk memakan kertas, sizing, lem, dan wallpaper. Serangga ini biasanya ditemukan pada area bangunan yang sejuk dan lembap.

Apa Itu Gegat?

Gegat adalah hama kecil yang sering hidup di dalam rumah, kantor, perpustakaan, gudang dokumen, dan ruang penyimpanan. Tubuhnya pipih, lunak, bersisik, berwarna abu-abu keperakan, dan memiliki antena panjang.

Ciri gegat:

  • tubuh memanjang dan pipih,
  • warna abu-abu keperakan,
  • tidak bersayap,
  • bergerak cepat,
  • aktif pada malam hari,
  • menyukai tempat gelap dan lembap,
  • sering ditemukan di buku, kardus, lemari, kamar mandi, dan ruang arsip.

Gegat tidak menggigit manusia dan bukan hama yang dikenal sebagai penular penyakit utama. Namun, serangga ini dapat merusak barang karena memakan bahan berpati, lem, kertas, dan material organik tertentu.

University of California IPM menjelaskan bahwa silverfish dan firebrats memakan bahan yang mengandung pati atau protein, termasuk kertas, lem, wallpaper, sereal, dan material organik lain.

Mengapa Gegat Muncul di Rumah?

Gegat muncul karena lingkungan rumah menyediakan tiga hal: kelembapan, tempat persembunyian, dan sumber makanan.

Beberapa penyebab gegat sering muncul:

  • ruangan lembap,
  • ventilasi buruk,
  • banyak kardus lama,
  • buku disimpan terlalu rapat,
  • lemari jarang dibersihkan,
  • ada rembesan air,
  • kamar mandi dekat area penyimpanan,
  • celah dinding atau lantai tidak tertutup,
  • tumpukan kertas lama,
  • area gudang gelap dan jarang dibuka.

Utah State University Extension menyebut silverfish menyukai kertas, buku, book binding, wallpaper paste, lem, label berperekat, dan bahan lain yang mengandung pati atau gula.

Jadi, gegat bukan hanya masalah “ada serangga”. Kehadirannya sering menjadi tanda bahwa area penyimpanan terlalu lembap, terlalu gelap, dan kurang terkontrol.

Apakah Gegat Berbahaya?

Gegat tidak berbahaya bagi manusia seperti nyamuk, tikus, atau kecoa. Gegat tidak mengisap darah, tidak menyengat, dan tidak menyerang manusia secara langsung.

Namun, gegat tetap merugikan karena dapat merusak barang, terutama:

  • buku,
  • arsip,
  • dokumen,
  • kardus,
  • wallpaper,
  • foto,
  • kain,
  • label,
  • bahan makanan kering,
  • koleksi kertas,
  • lem pada jilid buku.

Pada buku dan arsip, kerusakan gegat dapat terlihat seperti permukaan kertas terkikis, tepi halaman rusak, muncul lubang tidak beraturan, atau bagian jilid melemah. What’s Eating Your Collection mencatat bahwa silverfish dewasa dan nimfa dapat merusak buku, kertas, arsip, dan kadang tekstil dengan cara mengikis permukaan hingga menimbulkan penipisan dan lubang tidak rata.

Gegat Berbeda dari Kutu Buku

Gegat sering disamakan dengan kutu buku. Padahal keduanya berbeda.

Gegat atau silverfish biasanya lebih besar, tubuhnya memanjang, berwarna keperakan, dan bergerak cepat. Gegat dapat memakan kertas, lem, wallpaper, dan bahan berpati.

Kutu buku atau booklice umumnya jauh lebih kecil, sering berwarna pucat, dan lebih berhubungan dengan kelembapan serta jamur mikroskopis pada kertas atau rak.

Keduanya sama-sama sering muncul di area buku dan arsip, terutama jika ruangan lembap. Karena itu, identifikasi hama penting sebelum menentukan treatment.

Baca juga: Cara Membasmi Kutu Buku dan Mencegah Kerusakan Arsip

Tanda-Tanda Ada Gegat

Gegat sering aktif saat malam hari. Pada siang hari, mereka bersembunyi di celah sempit, belakang lemari, bawah kardus, sela buku, atau area gelap.

Tanda-tanda keberadaan gegat:

  • terlihat serangga kecil keperakan bergerak cepat,
  • ada kerusakan kecil pada tepi buku,
  • kertas tampak terkikis,
  • wallpaper rusak,
  • kardus berlubang,
  • ditemukan kulit ganti atau serpihan kecil,
  • muncul lubang tidak beraturan pada kertas,
  • serangga terlihat di kamar mandi atau lemari,
  • hama muncul berulang di ruang lembap.

Jika tanda-tanda ini muncul di ruang arsip atau perpustakaan, sebaiknya segera lakukan pembersihan dan pengaturan kelembapan.

Cara Membasmi Gegat

Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gegat secara lebih efektif.

1. Kurangi Kelembapan Ruangan

Kelembapan adalah faktor utama. Gegat lebih mudah bertahan di tempat lembap. Jika ruangan tetap lembap, treatment apa pun hanya memberi hasil sementara.

Langkah yang bisa dilakukan:

  • gunakan dehumidifier,
  • buka ventilasi secara rutin,
  • gunakan exhaust fan,
  • perbaiki kebocoran pipa,
  • perbaiki rembesan dinding,
  • jangan menyimpan buku di lantai,
  • beri jarak rak dari dinding,
  • hindari menyimpan kardus di area lembap.

UC IPM menjelaskan bahwa dehumidifier dan ventilasi dapat membantu menurunkan kelembapan sehingga area menjadi kurang cocok bagi silverfish.

2. Bersihkan Rak Buku dan Lemari

Gegat menyukai area yang jarang dibersihkan. Debu, serpihan kertas, lem, sisa makanan, dan material organik kecil dapat menjadi sumber makanan tambahan.

Keluarkan barang dari rak secara bertahap. Bersihkan bagian:

  • bawah rak,
  • belakang lemari,
  • sudut ruangan,
  • celah kayu,
  • tumpukan kardus,
  • sela buku,
  • area bawah meja,
  • lemari penyimpanan.

Gunakan vacuum cleaner agar debu dan telur serangga kecil lebih mudah terangkat. Setelah itu, pastikan rak benar-benar kering sebelum barang dikembalikan.

3. Pisahkan Buku atau Arsip yang Rusak

Jika gegat ditemukan pada buku tertentu, pisahkan buku tersebut dari koleksi lain. Simpan sementara di wadah tertutup sambil memeriksa apakah masih ada hama aktif.

Untuk koleksi bernilai tinggi, jangan memakai cairan sembarangan. Kertas lama, tinta, lem, dan sampul bisa rusak jika terkena bahan kimia yang tidak sesuai.

4. Kurangi Tumpukan Kardus dan Kertas Lama

Kardus lama sering menjadi tempat persembunyian gegat. Selain mengandung selulosa, kardus juga mudah menyerap kelembapan.

Langkah yang disarankan:

  • buang kardus yang tidak digunakan,
  • ganti kardus lembap dengan box penyimpanan yang lebih aman,
  • jangan menumpuk kertas lama terlalu lama,
  • simpan dokumen penting di wadah tertutup,
  • hindari menyimpan arsip langsung di lantai.

Untuk kantor, gudang dokumen, dan arsip, pengurangan material tidak terpakai sangat penting agar hama tidak memiliki shelter.

5. Tutup Celah dan Retakan

Gegat sering bersembunyi di celah kecil. Periksa celah pada:

  • dinding,
  • lantai,
  • belakang lemari,
  • bawah pintu,
  • jalur pipa,
  • sambungan keramik,
  • celah rak kayu,
  • plafon,
  • area kamar mandi.

Tutup celah dengan sealant atau perbaikan bangunan yang sesuai. Langkah ini juga membantu mencegah hama lain seperti kecoa, semut, dan rayap masuk ke area penyimpanan.

6. Gunakan Perangkap Monitoring

Perangkap monitoring membantu mengetahui apakah gegat masih aktif. Perangkap bisa dipasang di titik yang sering dilalui hama, seperti sudut ruangan, belakang lemari, bawah rak buku, dan dekat area lembap.

Monitoring penting karena gegat aktif pada malam hari. Tanpa perangkap, infestasi kecil sering tidak terlihat sampai kerusakan mulai muncul.

Archives and Records Association menjelaskan bahwa IPM pada arsip adalah strategi jangka panjang yang praktis, aman, hemat biaya, dan berkelanjutan untuk mencegah kerusakan koleksi akibat hama.

7. Jangan Menyemprot Buku Secara Langsung

Menyemprot insektisida langsung ke buku, arsip, atau dokumen bukan solusi ideal. Bahan kimia dapat meninggalkan noda, bau, residu, dan merusak material.

Untuk rak kosong, treatment bisa dilakukan secara terbatas pada celah atau area persembunyian, tetapi harus hati-hati. Pada koleksi penting, lebih aman meminta bantuan teknisi pest control Bali atau layanan fumigasi arsip agar metode disesuaikan dengan risiko material.

8. Gunakan Treatment Profesional Jika Infestasi Berat

Jika gegat muncul di banyak ruangan, menyerang arsip penting, atau terus muncul meski sudah dibersihkan, sebaiknya lakukan inspeksi profesional.

Teknisi dapat membantu:

  • memastikan jenis hama,
  • mencari sumber kelembapan,
  • menentukan titik persembunyian,
  • memasang monitoring trap,
  • memberi rekomendasi sanitasi,
  • melakukan treatment pada celah,
  • menyarankan pengendalian jangka panjang.

Untuk ruang arsip, perpustakaan, kantor, hotel, atau gudang dokumen, pendekatan IPM lebih aman dibanding hanya menyemprot serangga yang terlihat.

Cara Mencegah Gegat Datang Kembali

Pencegahan harus berfokus pada lingkungan. Gegat akan sulit berkembang jika ruangan bersih, kering, terang, dan tidak menyediakan banyak tempat persembunyian.

Langkah pencegahan:

  • jaga kelembapan tetap rendah,
  • bersihkan rak secara rutin,
  • jangan menumpuk kardus bekas,
  • simpan buku dengan jarak cukup,
  • beri jarak rak dari dinding,
  • perbaiki kebocoran,
  • tutup celah bangunan,
  • gunakan wadah arsip tertutup,
  • jangan menyimpan kertas di lantai,
  • pasang monitoring trap,
  • lakukan inspeksi berkala.

Untuk rumah yang memiliki banyak buku, area kerja, atau ruang arsip, pembersihan rutin jauh lebih efektif daripada menunggu hama muncul banyak.

Kapan Harus Menghubungi Jasa Pest Control?

Anda sebaiknya menghubungi jasa profesional jika:

  • gegat muncul berulang,
  • banyak buku atau arsip rusak,
  • hama ditemukan di beberapa ruangan,
  • ruangan sangat lembap,
  • ada kerusakan pada wallpaper atau kardus,
  • koleksi arsip bernilai tinggi,
  • ada hama lain seperti kecoa, rayap, atau kutu buku,
  • treatment mandiri tidak berhasil.

Ecoforpest dapat membantu melakukan inspeksi, identifikasi hama, dan memberi rekomendasi metode pengendalian yang lebih aman untuk rumah, kantor, gudang dokumen, perpustakaan kecil, atau ruang arsip.

Kesimpulan

Gegat atau silverfish adalah serangga kecil yang menyukai tempat lembap, gelap, dan banyak bahan berpati. Serangga ini dapat merusak buku, arsip, kardus, wallpaper, lem, dan material kertas lainnya.

Cara membasmi gegat yang efektif harus dimulai dari mengurangi kelembapan, membersihkan rak, memisahkan barang yang terinfestasi, mengurangi kardus lama, menutup celah, dan melakukan monitoring. Hindari menyemprot buku secara langsung karena dapat merusak koleksi.

Jika gegat sudah menyebar luas atau menyerang arsip penting, hubungi kontak Ecoforpest untuk inspeksi dan rekomendasi treatment yang sesuai.


Referensi

  1. Northeast Document Conservation Center, 2024, Integrated Pest Management, diakses pada 27 Mei 2026.
  2. University of California Agriculture and Natural Resources, 2009, Silverfish and Firebrats, diakses pada 27 Mei 2026.
  3. Utah State University Extension, 2014, Silverfish, diakses pada 27 Mei 2026.
  4. What’s Eating Your Collection, tanpa tahun, Silverfish Lepisma saccharinum, diakses pada 27 Mei 2026.
  5. Archives and Records Association, 2024, Integrated Pest Management (IPM) for Paper Archives, diakses pada 27 Mei 2026.
  6. UNESCO, 1990, Study on Integrated Pest Management for Libraries and Archives, diakses pada 27 Mei 2026.

Dipublikasikan pada: 14 Mei 2021
Terakhir diperbarui pada: 28 Mei 2026