Kecoa merupakan hewan yang paling lama tinggal di bumi. Diperkirakan hidup sejak zaman prasejarah. Hewan yang membuat bulu kuduk berdiri bagi sebagian orang ini, kerap merangkak di wastafel atau di gudang Anda. Salah satu jenis kecoa yang sering ditemukan adalah kecoa Jerman dan kecoa Amerika.

Hama menjijikan ini juga sangat buruk bagi kesehatan penghuni di rumah. Pasalnya, kecoa membawa banyak bakteri dan agen infeksius. Bakteri inilah yang akan membawa banyak penyakit bagi Anda

Perbedaan Kecoa Jerman dan Kecoa Amerika

Kecoa adalah serangga dengan tubuhnya berbentuk oval dan pipih. Kepalanya tersembunyi di bawah pronotum atau bagian depan dada kecoa. Hewan ini sangat tak disukai oleh penghuni rumah, pemukiman, atau perusahaan yang berkaitan dengan industri makanan. 

Kecoa ini mencari makanan pada malam hari. Hewan pemakan segala ini memiliki jenis yang beragam, yang paling terkenal adalah kecoa Jerman dan kecoa Amerika. Berikut perbedaan kedua kecoa ini:

Perbedaan ukuran kecoa amerika dan kecoa jerman
Perbedaan ukuran kecoa Amerika & kecoa jerman

Kecoa Amerika (Periplaneta americana)

Kecoa ini berukuran panjang 35 – 40 mm dan lebar 13 – 15 mm. Jenis kecoa ini merupakan jenis kecoa yang paling besar. Bagian perut (abdomen) berwarna merah kecoklatan. Warna kuning keruh pada pronotum nya dan bercak coklat di bagian tengahnya menjadi ciri khas kecoa ini. Bagian pada perutnya relatif panjang dan runcing.

Hidup berkelompok dan aktif di malam hari, mereka menghabiskan waktunya di siang hari dengan bersembunyi di dalam celah dan retakan. Umumnya, merekan menyukai kondisi lingkungan yang lembab dan hangat, tetapi mereka dapat juga hidup dalam kondisi kering. Kecoa dapat menyesuaikan diri dengan sangat cepat.

Meskipun sarang utamanya sering berada di luar ruangan, kecoa akan menjelajah makanan sampai di beberapa bagian bangunan, sepanjang saluran, jalur pipa, dan celah-celah.

Mereka lebih menyukai kondisi lingkungan yang hangat, lembab, gelap dan tersembunyi serta seringkali ditemukan di selokan dan septic tank. Biasanya mereka akan hidup di saluran air dan di bawah tanah. Mereka memakan berbagai macam makanan, mereka akan berkembang berkembang dimanapun makanan disimpan dan tersedia.

Kecoa Jerman (Blattella germanica)

Ukuran kecoa Jerman lebih kecil dibandingkan dengan kecoa Amerika. Panjang tubuhnya hanya 10-15 mm dan lebarnya 4-5 mm. Warna bagian perutnya coklat muda agak kekuningan. Pada betina warnanya lebih tua daripada warna jantannya. Warna coklat pada dada depannya terlihat ada dua garis hitam memanjang jika dilihat dari atas.

Bergerak dengan kecepatan yang sama baiknya di permukaan horizontal maupun vertikal. Biasanya, lebih cepat dari spesies kecoa lainnya.

Blattella germanica cenderung lebih adaptif untuk tinggal pada sebuah bangunan dibandingkan dengan spesies yang lain. Hal ini didukung oleh beberapa faktor. Siklus hidup yang lebih pendek, ditambah dengan kemampuan untuk terus-menerus mereproduksi, mempercepat pertumbuhan koloni. Blatella germanica juga mempunyai pergerakan yang cepat dan ukuran yang lebih kecil dari spesies lain sehingga mampu membuat deteksi lebih cepat.

Menyukai lingkungan yang hangat, gelap dan tersembunyi seperti di belakang lemari es dan di dalam lemari dapur. Mereka dapat ditemukan dengan mudah di restoran dan hotel.

Kecoa Jerman juga sering ditemukan pada makanan yang tersedia dan siap saji.

Kecoa Jerman Lebih Kebal dengan Pestisida

Baru – baru ini ditemukan bahwa kecoa Jerman berevolusi dengan cepat sehingga menjadi kebal dalam menghadapi semprotan serangga. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa kecoa semakin sulit dimatikan. Dalam laporan hasil studi, kecoa dapat mengembangkan ketahanan tubuh berkali-kali lipat dalam satu generasi. Ketahanan ini bisa meningkat empat hingga enam kali pertahanan dalam satu generasi.

Bionomik Kecoa

Arti bionomik adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh hewan. Perkembangbiakan kecoa sangatlah baik. Kecoa bisa berkembang biak di lingkungan yang di dalamnya tersedia bahan makanan. Dapur komersial seringkali menjadi tempat tumbuhnya ratusan bahkan ribuan kecoa. 

Kecoa dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Serta memiliki telur yang bisa menempel pada kardus, tas atau koper, furniture hingga kendaraan. Berikut bionomik kecoa:

Perilaku Kecoa

Pada umumnya kecoa dapat terbang, namun kebanyakan berjalan cepat. Kecoa aktif pada malam hari, kalau ada kecoa pada siang hari ini menandakan jumlah kecoa sangat banyak. Kecoa juga merupakan hewan pemakan segala. Punya sifat thigmotactic, yaitu istirahat di dalam celah dinding dalam waktu yang lama.

Tempat Perindukan dan Cara Hidup

Kecoa sangat menyukai tempat yang lembab, kotor, dan sejuk. Tempat-tempat itu seperti WC, di bawah tumpukan barang-barang, hingga di gudang yang lembab dan berbau. Dengan tubuhnya yang pipih, kecoa akan menyembunyikan tubuhnya di celah yang sempit apabila merasa terganggu. Kecoa juga bisa menggunakan cara lain untuk melindungi diri dari bahaya yakni dengan mengeluarkan cairan berbau busuk yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Morfologi Kecoa

Morfologi adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan bentuk tubuh. Berikut morfologi dari kecoa:

  1. Caput (kepala)

Bagian ini terdapat mulut, sepasang mata majemuk, dan sepasang antena. Matanya hanya dapat membedakan gelap dan terang. Antenanya digunakan untuk mendeteksi bau – bau dan vibrasi di udara. Pada saat kecoa istirahat, kepalanya ditundukkan ke bawah pronotum, bentuknya seperti perisai.

  1. Toraks (dada)

Di bagian dada terdapat tiga pasang kaki dan sepasang sayap. Hal ini menyebabkan kecoa dapat terbang dan berlari dengan cepat. Struktur dari lempeng besar pada thoraks ini punya fungsi guna menutupi dasar kepala dan sayap di belakang kepala.

  1. Abdomen (perut)

Bagian ini adalah sistem reproduksi pada kecoa. Ujung abdomennya ada sepasang cerci yang berperan sebagai alat indra. Cerci adalah pelengkap pada segmen paling belakang dari kebanyakan serangga termasuk kecoa. Cerci ini berhubungan langsung dengan kaki melalui ganglion saraf abdomen. Jijka merasakan ada gangguan maka kakinya akan bergerak lari bahkan sebelum otak menerima sinyal.

Kerugian yang Disebabkan oleh Kecoa

Kerugian yang Disebabkan oleh Kecoa

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kecoa ini memiliki banyak kerugian. Seperti pembawa penyakit hingga menyebabkan rumah kotor dan bau. Berikut kerugian yang dapat diberikan oleh kecoa ini:

Dapat Mengontaminasi Makanan

Kecoa adalah hewan pemakan segala. Tak hanya makanan yang biasa Anda makan, bahkan kecoa juga memakan tanaman mati, hewan, kotoran, lem hingga helai rambut yang jatuh. Pada malam hari kecoa merangkak mencemari makanan yang terbuka. Hal ini dilakukan dengan cara buang air besar pada makanan tersebut serta menyimpan kerang telurnya yang kosong di dalam makanan tersebut.

Menyebabkan Penyakit dari Pemindahan Bakteri

Kecoa akan memuntahkan air liur dan cairan pencernaan sendiri dari mulut. Hal ini dilakukan untuk menginokulasi makanan dengan kuman atau bakteri. Cairan tersebut berasal dari usus hewan menjijikkan ini. Studi membuktikan bahwa bakteri pseudomonas aeruginosa dapat berkembang biak secara ekstensif di usus kecoa. Hal ini dapat menyebabkan banyak penyakit, seperti infeksi saluran kencing, masalah pencernaan, dan sepsis.

Dapat Menggigit

Ada beberapa spesies kecoa yang dapat menggigit manusia. Kasus ini jarang terjadi, namun Anda harus berhati-hati karena kecoa dapat menggigit kuku, jari kaki, dan bagian lembut kulit. Hal ini membuat kulit Anda terluka.

Dapat Menyerang Bagian Tubuh

Kecoa dapat menyerang bagian tubuh Anda. Bahkan ada beberapa kasus kecoa masuk telinga dan menetap di dalamnya saat seseorang tidur. Kecoa kecil sangat bisa masuk ke lubang tubuh ketika Anda dalam keadaan tertidur nyenyak. Akan sangat menyakitkan apabila kecoa menyerang bagian tubuh Anda.

Dapat Menyebabkan Keracunan

Beberapa kasus keracunan, ada penemuan bahwa kasusnya diakibatkan oleh kecoa. Kecoa merupakan rumah bagi bakteri salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan tifoid (tifus) hingga keracunan makanan. Anda harus berhati-hati saat makan sesuatu, apalagi Anda makan di tempat yang kotor.

Dapat Menyebabkan Alergi

Hewan ini dapat menyebabkan alergi. Air liur yang dikeluarkan dan bagian tubuh kecoa memiliki ratusan alergen. Hal ini dapat menyebabkan dampak yang tak diinginkan. Tanda-tandanya seperti ruam kulit, bersin-bersin hingga mata berair. Maka dari itu Anda perlu berhati-hati pada hewan kecil nan menjijikkan ini.

Dapat Menyebabkan Asma

Selain alergi, hewan ini dapat menyebabkan asma. Dampak berikut adalah kemungkinan terburuk akibat kecoa. Serangan asma dapat sering muncul apabila rumah penuh dengan kecoa. Alergen yang dikandung oleh kecoa akan menyebabkan komplikasi parah, bahkan bisa mengancam nyawa. Bahkan orang yang tak memiliki asma dapat beresiko kambuh ketika menghirup alergen kecoa.

Cara Mengusir Kecoak dengan Bahan Alami

Ada sejumlah penangkal dan pembunuh kecoa alami yang dapat Anda buat dari bahan-bahan yang Anda miliki di dapur seperi campuran soda kue dan gula, boraks dan gula, atau minyak atsiri. Simak penjelasannya pada artikel berikut Cara membasmi kecoa dengan bahan alami

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai kecoa Jerman dan kecoa Amerika. Ada juga penjelasan kerugian yang didapat oleh hewan ini. Anda harus berhati-hati dengan kecoa. Bersihkan rumah dengan rutin supaya dampak buruknya bisa diantisipasi.

Terkadang serangan kecoa bisa tidak terkendali dan sangat mengganggu. Cara-cara sederhana tidak lagi bisa diterapkan, maka segera hubungi jasa pembasmi hama profesional terdekat. Jika anda tinggal di Bali atau sekitarnya hubungi Ecoforpest melalui link berikut.

Ecoforpest menyediakan berbagai solusi yang ramah lingkungan dengan metode pengendalian hama terpadu untuk mengendalikan dan membasmi berbagai macam hama pada rumah dan bisnis anda