Serangga yang ada di gudang seringkali sangat mengganggu sehingga Anda harus mencari cara mengatasi hama gudang dengan efektif. Cara ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Meskipun demikian, ada salah satu metode yang dinilai efektif untuk mengatasi hama gudang ini. Bagaimana penjelasannya, simak artikel berikut sampai selesai.

Jenis-jenis Hama Gudang

Sebelum Anda mengetahui cara mengusir hama gudang dengan efektif, perlu kiranya memahami dengan tepat apa saja jenis hama gudang yang sangat mengganggu itu. Serangga-serangga hama gudang biasanya tidak hanya merusak bahan mentah, namun bisa juga mengontaminasi produk sehingga tidak lagi layak jual. Beberapa jenis hama gudang yang sering mengganggu adalah sebagai berikut.

1. Kumbang Bubuk Gabah

Kumbang ini biasanya berwarna coklat kemerahan atau coklat hitam. Ukuran tubuhnya tidak begitu besar, hanya sekitar 2-3 mm untuk kumbang dewasa. Meskipun demikian, kumbang jenis ini cukup bisa membuat bahan-bahan di dalam gudang rusak tak bisa digunakan. Hal itu dikarenakan kumbang betina untuk jenis ini bisa memproduksi 200-500 telur.

Secara umum, siklus hidup kumbang bubuk gabah berlangsung 3-4 minggu. Bertempat di suhu ideal dan meletakkan telur-telurnya pada celah-celah, misalnya biji-bijian. Kumbang bubuk gabah baru akan muncul setelah dewasa. Hasil perusakan yang terjadi akibat kumbang bubuk gabah ini sudah sangat jelas yakni bahan makanan tidak lagi layak dikonsumsi.

2. Kumbang Beras

Seperti namanya, kumbang jenis ini lebih suka meletakkan telur-telurnya pada butir-butir beras yang telah dilubangi menggunakan moncongnya. Kumbang beras memiliki bentuk tubuh langsing dan agak pipih dengan warna coklat tua. Panjang tubuh kumbang dewasa berkisar 3-5 mm dengan kepala berbentuk segitiga dan terdapat moncong di depan.

Tidak berbeda jauh dengan kumbang bubuk gabah, kumbang beras juga bisa menghasilkan telur yang sangat banyak yakni 300-400 butir. Meskipun siklus hidup kumbang ini hanya berkisar 30 hari namun beras yang dirusak tentu bisa dikatakan cukup merugikan. Hal itu dikarenakan beras yang dirusak akan menjadi mudah pecah dan remuk.

3. Kumbang Biji

Biji kacang hijau memiliki struktur yang padat dan keras setelah dikeringkan. Meskipun demikian, kerasnya biji kacang hijau sangat mudah dihancurkan. Salah satunya oleh kumbang biji yang berwarna hijau kekuningan ini. Meskipun tidak memiliki moncong dengan bentuk tubuh bulat, kumbang ini cukup merugikan pemilik gudang karena mampu membuat kacang hijau berubah menjadi bubuk.

Bisanya kumbang biji ini akan meletakkan telur-telurnya dalam permukaan kacang-kacangan. Setelah itu, tentu produk kacang-kacangan tersebut akan berlubang. Apabila sudah demikian biji kacang-kacangan akan semakin rusak karena menjadi tempat keluarnya kumbang biji dewasa.

Cara Mengatasi Hama Gudang dengan Metode Fumigasi

Setelah mengetahui bahwa hama gudang mampu menghasilkan telur yang sangat banyak, maka Anda akan memikirkan kerugian yang ditimbulkan. Sebelum benar-benar pusing, Anda perlu mengetahui cara mengusir hama gudang yang sangat efektif untuk diterapkan. Metode yang dimaksud adalah fumigasi. Agar lebih jelas, simak artikel berikut.

1. Apa itu Metode Fumigasi?

Metode fumigasi adalah metode pengendalian hama menggunakan pestisida. Salah satu cara kerjanya adalah dengan meracuni hama yang menyerang makanan atau perabotan rumah. Biasanya metode ini digunakan secara outdoor, namun secara lebih berkembang metode ini juga bisa diterapkan secara indoor. Bahan kimia yang digunakan dalam proses fumigasi ini disebut sebagai fumigan.

Dalam penggunaannya secara indoor, fumigasi dinilai aman bagi manusia. Hal itu dikarenakan bahan yang digunakan sudah teruji  dan hanya akan membunuh hama yang ada di rumah, gudang atau persawahan. Selain sebagai pengusir hama, fumigasi juga sering digunakan dalam proses ekspor-impor. Fungsi utamanya adalah mencegah terjadinya pemindahan hama antar negara.

2. Cara Kerja Fumigasi

Cara kerja fumigasi ini terbagi dalam tiga fase. Fase pertama digunakan untuk membuat sisi aman saat proses fumigasi berlangsung. Pada fase ini, fumigator akan membuat batasan tertutup bagi tempat yang akan dilakukan fumigasi. Proses ini sangat penting untuk berjalannya fumigasi secara aman dan maksimal.

Setelah itu masuk pada fase kedua. Fase ini merupakan fase pelepasan fumigan yang digunakan untuk mengendalikan hama. Caranya dengan menyemprotkan fumigan pada ruangan yang telah disiapkan pada fase pertama. Setelah fumigasi dilepaskan, alangkah baik ruangan dibiarkan sementara waktu agar proses fumigasi memperoleh hasil maksimal.

Apabila waktu pelepasan fumigan sudah cukup, kini saatnya masuk pada fase ketiga. Fase ini diproses untuk pembuatan ventilasi sebagai tempat keluarnya gas beracun. Fase ini tidak berbeda dengan fase pertama yakni bertujuan untuk menciptakan ruang aman bagi penghuni rumah setelah proses fumigasi berlangsung.

Dalam proses fumigasi ini, keamanan menjadi bagian yang sangat penting. Jangan sampai proses pengendalian hama malah akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Alangkah baik, proses fumigasi memang diserahkan pada pihak yang telah memiliki keahlian serupa.

3.  Efektivitas Metode Fumigasi

Fumigasi dinilai sangat efektif diterapkan dalam pengendalian hama. Hal itu dikarenakan bahan yang digunakan juga lebih khusus dan prosesnya pun melalui tahap-tahap yang sudah sangat matang. Keefektifan metode fumigasi bahkan  sampai pada bisa digunakan pada pengendalian hama di struktur bangunan. Hal ini dikarenakan sifatnya yang mampu masuk ke bagian dalam struktur.

Kesimpulannya, adanya hama pada gudang tentu sangat merugikan. Salah satu cara efektif yang bisa ditempuh adalah menggunakan metode fumigasi. Metode ini bahkan mampu menembus struktur bangunan dan membasmi hama yang ada di dalamnya. Gunakan cara mengatasi hama gudang yang tepat dan efektif agar kerugian tidak terlalu besar.

Butuh jasa Fumigasi untuk area Bali hubungi Ecoforpest!