Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Selain rayap, ada beberapa serangga lain yang dapat merusak kayu, seperti kumbang bubuk, lebah kayu, dan semut tukang kayu. Kenali ciri, tanda kerusakan, dan cara pencegahannya agar perabot serta struktur bangunan tetap terlindungi.
Musim hujan dan kondisi lembap dapat meningkatkan risiko gangguan pada material kayu. Selama ini, rayap sering dianggap sebagai penyebab utama kerusakan kayu. Padahal, ada beberapa jenis serangga lain yang juga dapat membuat kayu berlubang, rapuh, atau kehilangan kekuatannya.

Kerusakan akibat serangga perusak kayu tidak selalu langsung terlihat. Pada beberapa kasus, bagian luar kayu tampak masih baik, tetapi bagian dalamnya sudah berlubang atau melemah. Kondisi seperti ini dapat terjadi pada kusen, rangka atap, lantai kayu, pintu, furnitur, decking, pagar, hingga elemen kayu pada villa atau bangunan komersial.
Berikut tiga jenis serangga perusak kayu selain rayap yang perlu dikenali.
Rayap memang termasuk hama perusak kayu yang paling dikenal. Namun, tidak semua kerusakan kayu disebabkan oleh rayap. Beberapa serangga lain juga dapat menyerang kayu dengan cara berbeda.
Ada serangga yang benar-benar memakan bagian kayu, ada yang membuat lubang untuk tempat berkembang biak, dan ada pula yang menggali kayu untuk membuat sarang. Karena pola kerusakannya berbeda, cara penanganannya juga tidak selalu sama.
Baca juga: 5 Tanda Serangan Rayap yang Sering Tidak Disadari
Kumbang bubuk kayu atau powderpost beetle adalah salah satu serangga perusak kayu yang sering ditemukan pada furnitur, lantai kayu, panel, bambu, dan material kayu tertentu. Serangga ini dikenal karena dapat meninggalkan serbuk halus seperti tepung di sekitar lubang keluar pada permukaan kayu.
Kerusakan biasanya lebih banyak dilakukan oleh larva. Setelah telur menetas, larva masuk ke dalam kayu dan membuat jalur atau terowongan kecil saat memakan bagian dalam kayu. Setelah dewasa, kumbang akan keluar melalui lubang kecil di permukaan kayu.
Tanda yang sering terlihat antara lain:
Kumbang bubuk kayu sering menjadi masalah karena kerusakannya bisa berlangsung pelan dan tidak langsung disadari. Jika serbuk halus terus muncul meskipun sudah dibersihkan, kemungkinan aktivitas serangga masih aktif.
Lebah kayu atau carpenter bee berbeda dengan rayap. Serangga ini tidak memakan kayu sebagai makanan utama. Serangga ini membuat lubang pada kayu untuk dijadikan tempat bersarang dan berkembang biak.
Biasanya lebah kayu tertarik pada kayu yang belum dicat, sudah lapuk, atau permukaannya tidak terlindungi dengan baik. Lubang yang dibuat sering terlihat bulat dan cukup rapi. Dari lubang tersebut, lebah dapat menggali terowongan mengikuti arah serat kayu.
Bagian bangunan yang sering berisiko antara lain:
Kerusakan dari satu lubang mungkin belum terlalu besar. Namun, jika lubang digunakan berulang atau jumlah sarang bertambah, kayu bisa melemah secara bertahap. Selain itu, lubang pada kayu dapat membuat air lebih mudah masuk, sehingga risiko pelapukan juga meningkat. University of Maryland Extension menjelaskan bahwa lebah kayu dapat membuat terowongan pada kayu dan kerusakan dapat meningkat ketika banyak lubang digunakan atau diperluas dari tahun ke tahun.
Semut tukang kayu atau carpenter ant sering disalahartikan sebagai rayap karena sama-sama berhubungan dengan kerusakan kayu. Namun, keduanya memiliki perilaku berbeda.
Rayap memakan kayu sebagai sumber makanan, sedangkan semut tukang kayu menggali kayu untuk membuat sarang. Semut ini biasanya lebih menyukai kayu yang lembap, lapuk, atau mengalami kerusakan akibat air.
Tanda keberadaan semut tukang kayu dapat berupa:
Menurut NC State Extension, semut tukang kayu tidak memakan kayu seperti rayap, tetapi menggali kayu untuk membuat dan memperluas sarang. Masalah semut tukang kayu juga sering berkaitan dengan kayu lembap atau kerusakan akibat air.
Serangga perusak kayu dapat menimbulkan kerugian karena kerusakannya sering tidak terlihat sejak awal. Pada furnitur, kerusakan dapat menurunkan nilai dan fungsi barang. Pada bangunan, kerusakan bisa berdampak pada kekuatan struktur, tampilan interior, dan biaya perbaikan.
Kerusakan menjadi lebih berisiko jika terjadi pada:
Di daerah tropis dan lembap seperti Bali, material kayu perlu mendapat perhatian lebih. Kelembapan, rembesan air, ventilasi buruk, dan kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah dapat memperbesar risiko gangguan hama perusak kayu.
Pencegahan sebaiknya dilakukan sejak awal, terutama jika bangunan menggunakan banyak elemen kayu. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko serangan serangga perusak kayu.
Kayu yang masih terlalu lembap lebih rentan terhadap jamur, pelapukan, dan gangguan serangga tertentu. Jika memungkinkan, gunakan kayu yang sudah melalui proses pengeringan dengan baik sebelum digunakan untuk konstruksi atau furnitur.
Kayu yang kering dan berkualitas akan lebih stabil, lebih awet, dan lebih rendah risikonya dibanding kayu yang masih basah atau belum siap pakai.
Permukaan kayu sebaiknya diberi perlindungan seperti cat, pelapis, varnish, atau bahan pengawet kayu yang sesuai. Perlindungan ini dapat membantu menutup celah kecil, mengurangi penyerapan air, dan membuat kayu tidak mudah menjadi tempat masuk serangga.
Untuk area luar ruangan, perlindungan permukaan perlu diperiksa ulang secara berkala karena paparan panas, hujan, dan kelembapan dapat menurunkan kualitas lapisan pelindung.
Kelembapan adalah salah satu faktor penting dalam banyak kasus kerusakan kayu. Perbaiki kebocoran atap, talang, pipa, atau area rembesan air sesegera mungkin.
Pastikan juga sirkulasi udara cukup baik, terutama pada area tertutup seperti plafon, gudang, ruang bawah tangga, atau area belakang furnitur built-in.
Kayu yang langsung menyentuh tanah lebih berisiko terkena kelembapan dan serangan hama. Jika menggunakan pagar, decking, atau struktur luar ruangan, usahakan ada jarak atau perlindungan tambahan antara kayu dan tanah.
Untuk bangunan baru, pencegahan sejak awal dapat dilakukan dengan perencanaan material dan perlindungan hama yang tepat. Jika bangunan memiliki risiko rayap atau hama kayu lainnya, layanan jasa anti rayap Bali dapat membantu memberikan rekomendasi treatment sesuai kondisi bangunan.
Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan masalah sebelum kerusakan menjadi lebih luas. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain lubang kecil pada kayu, serbuk halus, serpihan kayu, kayu terdengar kosong, permukaan menggembung, atau adanya aktivitas serangga di sekitar material kayu.
Jika tanda kerusakan muncul berulang atau meluas, sebaiknya jangan hanya membersihkan serbuknya. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah aktivitas serangga masih aktif.
Anda sebaiknya mempertimbangkan bantuan profesional jika kerusakan kayu muncul di banyak titik, serbuk kayu terus keluar, lubang bertambah, atau bagian kayu mulai rapuh. Pemeriksaan profesional juga penting jika kerusakan terjadi pada bagian bangunan yang sulit dijangkau, seperti rangka atap, plafon, lantai kayu, atau furnitur built-in.
Tim Ecoforpest dapat membantu melakukan pengecekan awal dan memberikan rekomendasi metode pengendalian sesuai jenis hama, kondisi kayu, dan tingkat kerusakan. Untuk bangunan rumah, villa, restoran, gudang, atau properti komersial, Anda dapat melakukan konsultasi pest control agar masalah serangga perusak kayu tidak berkembang lebih luas.
Rayap bukan satu-satunya serangga yang dapat merusak kayu. Kumbang bubuk kayu, lebah kayu, dan semut tukang kayu juga dapat menimbulkan kerusakan, meskipun cara mereka menyerang kayu berbeda.
Kunci pencegahan utamanya adalah menjaga kayu tetap kering, melindungi permukaan kayu, menggunakan material yang baik, dan melakukan pemeriksaan berkala. Jika tanda kerusakan sudah muncul, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Dipublikasikan pada: 20 November 2020
Terakhir diperbarui pada: 28 Mei 2026