Orong-orong atau Gryllotalpa gryllotalpa dengan kaki depan penggali di permukaan tanah

Cara Mengusir Orong-Orong di Rumah, Kebun, dan Tanaman

Cara mengusir orong-orong perlu dimulai dari mengenali lubang, jalur tanah, kerusakan akar, dan kondisi tanah lembap. Kendalikan dengan sanitasi kebun, perangkap, pengolahan tanah, dan bantuan profesional bila populasinya tinggi.

Orong-orong adalah serangga tanah yang sering muncul di kebun, halaman rumah, sawah, pot tanaman, dan area tanah lembap. Dalam bahasa Inggris, orong-orong dikenal sebagai mole cricket. Secara ilmiah, serangga ini termasuk famili Gryllotalpidae dalam ordo Orthoptera, kelompok yang juga mencakup jangkrik dan belalang.

Orong-orong atau Gryllotalpa gryllotalpa dengan kaki depan penggali di permukaan tanah

Salah satu spesies yang sering dijadikan rujukan adalah Gryllotalpa gryllotalpa, meskipun di Indonesia jenis orong-orong dapat berbeda tergantung wilayah. Ciri khasnya adalah kaki depan yang besar dan kuat seperti alat penggali. Bentuk tubuh ini membuat orong-orong mampu membuat lorong di dalam tanah.

Orong-orong tidak selalu menjadi masalah. Dalam jumlah kecil, aktivitasnya bisa ikut menggemburkan tanah. Namun, jika populasinya tinggi, orong-orong dapat merusak akar muda, bibit tanaman, rumput, sayuran, dan tanaman hias. Beberapa sumber extension menjelaskan bahwa mole cricket dapat merusak turfgrass, padang rumput, tanaman sayur, dan tanaman muda melalui aktivitas makan serta penggalian tanah.

Apa Itu Orong-Orong?

Orong-orong adalah serangga yang hidup sebagian besar waktunya di dalam tanah. Tubuhnya memanjang, berwarna cokelat kekuningan sampai cokelat gelap, dan bagian depannya tampak kuat. Kaki depannya melebar dan bergerigi, berfungsi untuk menggali.

Ciri-ciri orong-orong antara lain:

  • tubuh cokelat dan memanjang,
  • kaki depan besar seperti sekop,
  • hidup di tanah lembap,
  • aktif pada malam hari,
  • dapat membuat lorong dangkal,
  • kadang tertarik pada cahaya,
  • sering muncul setelah hujan atau saat tanah basah,
  • dapat merusak akar tanaman muda.

Pada gambar utama artikel ini, terlihat orong-orong dengan kaki depan penggali yang jelas. Bagian inilah yang membedakan orong-orong dari jangkrik biasa. Kaki depan tersebut membantu orong-orong membuat lorong di tanah, tetapi juga dapat mengganggu akar tanaman.

Mengapa Orong-Orong Masuk Rumah atau Kebun?

Orong-orong menyukai tanah yang lembap, gembur, dan kaya bahan organik. Serangga ini sering muncul di area yang menyediakan tempat berlindung, makanan, dan kondisi tanah yang sesuai.

Beberapa penyebab orong-orong muncul:

  • tanah terlalu lembap,
  • drainase buruk,
  • halaman banyak serasah daun,
  • tanah kaya bahan organik,
  • banyak akar muda atau bibit tanaman,
  • kebun jarang dibersihkan,
  • pot tanaman terlalu basah,
  • rumput terlalu rimbun,
  • lampu luar rumah menarik serangga malam,
  • ada celah dari kebun menuju rumah.

Jika orong-orong masuk ke dalam rumah, biasanya bukan karena mencari manusia, tetapi karena terbawa dari tanah, mengikuti celah, tertarik cahaya, atau masuk dari area kebun yang terlalu lembap.

Apakah Orong-Orong Berbahaya?

Orong-orong tidak termasuk hama yang berbahaya langsung bagi manusia seperti nyamuk atau tikus. Namun, serangga ini dapat mengganggu karena bentuknya cukup besar, bergerak cepat, dan sering muncul di area rumah atau kebun.

Bahaya utama orong-orong adalah pada tanaman. Orong-orong dapat merusak akar, menggigit bagian tanaman muda, dan membuat lorong yang mengganggu kestabilan tanah. Pada rumput atau turfgrass, aktivitas penggalian dapat membuat tanah terangkat, akar terganggu, dan area rumput tampak mengering.

Pada kebun kecil, dampaknya terlihat pada bibit yang layu, akar putus, media tanam rusak, atau tanaman muda tiba-tiba roboh.

Tanda-Tanda Ada Orong-Orong

Sebelum melakukan pengendalian, pastikan tanda yang ditemukan memang mengarah ke orong-orong.

Tanda umum keberadaan orong-orong:

  • ada lubang kecil di permukaan tanah,
  • tanah tampak terangkat seperti jalur dangkal,
  • bibit tanaman layu atau roboh,
  • akar muda rusak,
  • rumput menguning tidak merata,
  • pot tanaman berisi lorong kecil,
  • orong-orong terlihat saat tanah digali,
  • serangga keluar setelah hujan atau penyiraman.

Pada area rumput, kerusakan orong-orong sering terlihat sebagai bercak menguning atau tanah yang mudah terangkat. Pada tanaman sayur, kerusakan sering terjadi di fase bibit atau tanaman muda.

Cara Memastikan Ada Orong-Orong

Salah satu cara sederhana untuk mendeteksi mole cricket adalah metode air sabun. Beberapa panduan extension menjelaskan bahwa penyiraman larutan sabun ringan pada area kecil dapat membantu memunculkan mole cricket ke permukaan, sehingga populasinya lebih mudah diamati.

Cara sederhana:

  • pilih area tanah yang dicurigai,
  • basahi tanah jika terlalu kering,
  • campurkan sedikit sabun cair lembut dengan air,
  • siram pada area kecil,
  • tunggu beberapa menit,
  • amati apakah orong-orong keluar ke permukaan.

Metode ini hanya untuk monitoring ringan. Jangan memakai sabun berlebihan karena dapat mengganggu tanaman, mikroorganisme tanah, atau kualitas media tanam.

Cara Mengusir Orong-Orong

Cara mengusir orong-orong sebaiknya dilakukan dengan pendekatan terpadu. Tujuannya bukan hanya membunuh serangga yang terlihat, tetapi memperbaiki kondisi tanah agar tidak mendukung populasi tinggi.

1. Kurangi Kelembapan Berlebih

Orong-orong menyukai tanah lembap. Karena itu, langkah pertama adalah memperbaiki kelembapan dan drainase.

Lakukan langkah berikut:

  • jangan menyiram tanaman berlebihan,
  • perbaiki drainase halaman,
  • kurangi genangan air,
  • gunakan media tanam yang tidak terlalu padat,
  • pastikan pot memiliki lubang bawah,
  • hindari menumpuk daun basah,
  • kurangi area tanah becek di sekitar rumah.

Tanah boleh lembap, tetapi jangan terus-menerus basah. Tanah yang terlalu basah membuat orong-orong dan hama tanah lain lebih nyaman berkembang.

2. Bersihkan Serasah dan Tempat Persembunyian

Daun kering, rumput potong, kompos berlebihan, dan tumpukan bahan organik dapat menjadi tempat yang menarik bagi orong-orong.

Bersihkan area seperti:

  • bawah pot,
  • sudut taman,
  • sekitar tanaman rimbun,
  • tumpukan daun,
  • sisa rumput,
  • area dekat pagar,
  • celah batu taman,
  • sekitar saluran air.

Kebun yang rapi membuat orong-orong lebih sulit bersembunyi dan berkembang.

3. Olah Tanah Secara Berkala

Pada kebun sayur atau bedengan, pengolahan tanah dapat membantu mengganggu lorong, telur, dan nimfa orong-orong. Pengolahan tanah juga memudahkan kamu melihat apakah ada populasi yang aktif.

Pengolahan tanah dapat dilakukan sebelum menanam, terutama jika sebelumnya banyak bibit rusak atau akar terganggu. Namun, jangan terlalu sering membalik tanah pada area yang tidak membutuhkan, karena tanah juga memiliki organisme bermanfaat.

4. Gunakan Perangkap Sederhana

Perangkap dapat digunakan untuk mengurangi populasi ringan. Salah satu cara sederhana adalah menanam wadah kecil sejajar permukaan tanah agar orong-orong yang berjalan di permukaan masuk ke dalamnya.

Cara lain adalah membuat perangkap menggunakan cahaya pada malam hari, karena beberapa orong-orong dapat tertarik pada lampu. Namun, metode cahaya harus hati-hati karena bisa menarik serangga lain juga.

Perangkap paling berguna untuk monitoring dan pengurangan ringan. Jika populasinya tinggi, perangkap saja biasanya tidak cukup.

5. Gunakan Musuh Alami

Orong-orong memiliki musuh alami seperti burung, ayam, katak, kadal, dan beberapa serangga predator. Pada sistem pertanian dan turfgrass, biological control juga dikenal sebagai bagian dari pengelolaan mole cricket. UF/IFAS mencatat bahwa pengendalian hayati dengan tawon Larra bicolor dan nematoda parasit serangga pernah diteliti untuk pengendalian mole cricket tertentu.

Untuk rumah dan kebun kecil, pendekatan ini bisa diterjemahkan secara sederhana: jangan membuat lingkungan kebun terlalu steril dari predator alami. Namun, hindari memasukkan predator sembarangan karena dapat mengganggu ekosistem lokal.

6. Gunakan Pengendalian Kimia secara Hati-Hati

Jika kerusakan berat dan populasi tinggi, insektisida mungkin diperlukan. Namun, penggunaan bahan kimia harus mengikuti label, dosis, waktu aplikasi, dan jenis tanaman yang dilindungi.

Pada beberapa panduan turfgrass, pengendalian mole cricket lebih efektif jika dilakukan saat nimfa masih muda dan berada dekat permukaan tanah. Penanganan yang terlambat sering kurang efektif karena serangga dewasa lebih tahan dan dapat bergerak lebih dalam di tanah.

Untuk kebun rumah, tanaman pangan, atau area yang dekat anak-anak dan hewan peliharaan, jangan menggunakan insektisida sembarangan. Jika ragu, gunakan bantuan profesional.

7. Tutup Celah agar Tidak Masuk Rumah

Jika orong-orong sering masuk rumah, fokus pada akses dari taman ke dalam bangunan.

Periksa:

  • celah bawah pintu,
  • saluran air,
  • lubang pipa,
  • ventilasi bawah,
  • celah keramik,
  • pintu belakang,
  • area dapur terbuka,
  • celah dekat taman.

Gunakan door seal, kasa, penutup saluran, atau perbaikan fisik agar serangga tanah tidak mudah masuk.

Kesalahan Umum Saat Mengusir Orong-Orong

Beberapa kesalahan membuat masalah orong-orong sulit selesai:

  • hanya membunuh serangga yang terlihat,
  • menyiram tanaman terlalu sering,
  • membiarkan tanah becek,
  • menumpuk daun basah di taman,
  • tidak memperbaiki drainase,
  • memakai insektisida tanpa identifikasi,
  • tidak memantau lubang dan jalur tanah,
  • menutup masalah tanaman tanpa mengecek akar,
  • membiarkan celah dari taman ke rumah.

Mengusir orong-orong perlu kombinasi antara perbaikan lingkungan, monitoring, dan pengendalian jika populasinya tinggi.

Kapan Perlu Menggunakan Jasa Pest Control?

Gunakan layanan pest control Bali jika orong-orong muncul berulang, area kebun luas, banyak tanaman rusak, serangga sering masuk rumah, atau kamu tidak yakin apakah hama tersebut orong-orong, jangkrik, kecoa tanah, atau hama akar lain.

Untuk villa, restoran, taman komersial, nursery, dan properti dengan lanskap luas, pemeriksaan profesional dapat membantu menentukan sumber masalah, titik kelembapan, dan metode pengendalian yang aman.

Jika masalah terjadi pada area taman, halaman, atau kebun properti, pembasmi hama Bali dapat membantu membuat pengendalian lebih terukur dibanding hanya menyemprot serangga yang terlihat.

Cara Mencegah Orong-Orong Datang Lagi

Pencegahan lebih penting daripada pengendalian sesaat.

Langkah pencegahan:

  • jaga drainase tanah,
  • hindari penyiraman berlebihan,
  • bersihkan serasah daun,
  • rapikan rumput dan tanaman rimbun,
  • gunakan media tanam yang porous,
  • olah tanah sebelum menanam bibit,
  • pantau lubang dan jalur tanah,
  • kurangi lampu taman yang tidak perlu,
  • tutup celah masuk ke rumah,
  • lakukan inspeksi setelah hujan deras.

Untuk rumah atau villa di Bali, area taman yang lembap dan rimbun perlu dipantau rutin karena dapat menjadi tempat hidup berbagai hama tanah.

Kesimpulan

Orong-orong adalah serangga tanah dari famili Gryllotalpidae yang memiliki kaki depan kuat untuk menggali. Dalam jumlah kecil, serangga ini tidak selalu menjadi masalah. Namun, jika populasinya tinggi, orong-orong dapat merusak akar, bibit tanaman, rumput, dan media tanam.

Cara mengusir orong-orong yang efektif dimulai dari mengenali tanda keberadaannya, mengurangi kelembapan berlebih, membersihkan serasah, mengolah tanah, memasang perangkap, dan menggunakan pengendalian kimia hanya jika benar-benar diperlukan.

Jika orong-orong muncul berulang atau merusak banyak tanaman, gunakan bantuan profesional agar pengendalian lebih aman, tepat, dan sesuai kondisi lingkungan.


Referensi

  1. Alabama Cooperative Extension System, 2019, Biology and Control of Mole Crickets, diakses pada 26 Mei 2026.
  2. University of Florida IFAS Extension, 2025, Mole Crickets, diakses pada 26 Mei 2026.
  3. Holuša, J., dkk., 2023, The Habitat-Suitability Models of the European Mole Cricket Gryllotalpa gryllotalpa, diakses pada 26 Mei 2026.
  4. Frank, J. H., 1999, Integrated Pest Management of Pest Mole Crickets with Emphasis on the Southeastern USA, diakses pada 26 Mei 2026.
  5. University of California Agriculture and Natural Resources, 2025, Integrated Pest Management Principles, diakses pada 26 Mei 2026.

Dipublikasikan pada: 16 Desember 2020
Terakhir diperbarui pada: 28 Mei 2026