Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Belalang sering dianggap hama karena memakan daun tanaman, sayuran, hingga tanaman hias. Pada kondisi tertentu, jumlahnya dapat meningkat dengan cepat dan menyebabkan kerusakan cukup besar. Namun, tidak semua belalang perlu dibasmi. Artikel ini membahas penyebab belalang muncul, cara mengenali jenis yang merugikan, metode pengendalian yang efektif, serta langkah pencegahan agar populasi belalang tidak kembali berkembang.
Belalang merupakan serangga dari ordo Orthoptera yang dikenal memiliki kaki belakang panjang untuk melompat. Di dunia terdapat lebih dari 11.000 spesies belalang, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar menjadi hama pertanian.

Sebagian besar belalang memakan daun, rumput, atau tanaman liar. Ketika populasi meningkat dan sumber makanan alami berkurang, mereka dapat berpindah ke:
Kerusakan biasanya terlihat berupa daun yang berlubang atau hanya menyisakan tulang daun.
Tidak.
Belalang merupakan bagian dari rantai makanan dan menjadi sumber pakan bagi berbagai satwa seperti burung, reptil, dan mamalia kecil.
Di lingkungan rumah, kemunculan beberapa ekor belalang umumnya tidak menimbulkan masalah serius.
Pengendalian baru diperlukan apabila:
Pendekatan ini dikenal sebagai Integrated Pest Management (IPM), yaitu pengendalian dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan, bukan semata-mata karena keberadaan serangga.
Di Indonesia terdapat beberapa jenis belalang yang dikenal merusak tanaman, antara lain:
Spesies ini merupakan salah satu belalang yang paling dikenal di Asia. Dalam kondisi tertentu dapat membentuk kelompok besar dan menghabiskan tanaman dalam waktu singkat.

Belalang berukuran besar yang banyak ditemukan pada tanaman buah, pohon, maupun tanaman perkebunan.

Sering dijumpai di kebun sayuran dan tanaman pekarangan. Meskipun ukurannya lebih kecil, populasinya dapat meningkat cukup cepat.
Belalang umumnya datang karena tersedia makanan dan tempat berlindung.
Faktor yang sering memicu kemunculannya antara lain:
Apabila kondisi tersebut tidak diperbaiki, belalang akan terus berdatangan meskipun sebagian sudah dibasmi.
Rumput liar menjadi tempat favorit belalang untuk bersembunyi dan berkembang biak.
Membersihkan gulma secara rutin akan mengurangi tempat berlindung sekaligus memutus siklus hidupnya.
Pada populasi kecil, cara paling sederhana adalah menangkap belalang secara langsung.
Metode ini cocok untuk:
Cara ini juga mengurangi penggunaan insektisida yang tidak diperlukan.
Untuk tanaman sayuran atau bibit muda, pemasangan insect net cukup efektif mencegah belalang memakan daun.
Selain melindungi tanaman, metode ini tidak mencemari lingkungan.
Di alam, populasi belalang dikendalikan oleh berbagai predator seperti:
Menjaga keseimbangan ekosistem sering kali lebih efektif dibanding penyemprotan berulang.
Apabila populasi sudah menyebabkan kerusakan ekonomi, insektisida dapat dipertimbangkan sesuai petunjuk label dan hanya menggunakan produk yang telah terdaftar.
Penyemprotan sebaiknya menjadi pilihan terakhir setelah metode lain tidak lagi memadai.
Pencegahan jauh lebih mudah dibanding mengendalikan populasi yang sudah tinggi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Dengan mengurangi tempat berlindung dan sumber makanan, kemungkinan belalang berkembang biak juga akan berkurang.
Belalang pada umumnya tidak berbahaya bagi manusia.
Mereka tidak berbisa dan tidak menularkan penyakit seperti nyamuk atau lalat.
Gigitan belalang juga sangat jarang terjadi dan biasanya hanya merupakan respons ketika serangga tersebut dipegang.
Kerugian terbesar justru terjadi pada tanaman yang menjadi sumber makanannya.
Bantuan profesional dapat dipertimbangkan apabila:
Inspeksi profesional membantu memastikan bahwa kerusakan memang disebabkan belalang, bukan ulat atau serangga pemakan daun lainnya.
Belalang tidak selalu menjadi hama. Pengendalian sebaiknya dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan penyebab kemunculannya.
Membersihkan gulma, mengurangi tempat persembunyian, memanfaatkan musuh alami, serta melakukan pemantauan rutin merupakan langkah yang lebih berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan insektisida.
Jika populasi sudah sulit dikendalikan atau menyebabkan kerugian pada tanaman, penanganan oleh tenaga profesional dapat menjadi pilihan yang lebih efektif.
Dipublikasikan pada: 12 Agustus 2022
Terakhir diperbarui pada: 26 Juni 2026