cara membasmi belalang

Cara Membasmi Belalang di Rumah dan Kebun Secara Efektif serta Mencegahnya Datang Kembali

Belalang sering dianggap hama karena memakan daun tanaman, sayuran, hingga tanaman hias. Pada kondisi tertentu, jumlahnya dapat meningkat dengan cepat dan menyebabkan kerusakan cukup besar. Namun, tidak semua belalang perlu dibasmi. Artikel ini membahas penyebab belalang muncul, cara mengenali jenis yang merugikan, metode pengendalian yang efektif, serta langkah pencegahan agar populasi belalang tidak kembali berkembang.

Belalang merupakan serangga dari ordo Orthoptera yang dikenal memiliki kaki belakang panjang untuk melompat. Di dunia terdapat lebih dari 11.000 spesies belalang, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar menjadi hama pertanian.

cara membasmi belalang

Sebagian besar belalang memakan daun, rumput, atau tanaman liar. Ketika populasi meningkat dan sumber makanan alami berkurang, mereka dapat berpindah ke:

  • kebun sayur;
  • tanaman buah;
  • tanaman hias;
  • sawah;
  • pekarangan rumah.

Kerusakan biasanya terlihat berupa daun yang berlubang atau hanya menyisakan tulang daun.


Apakah Semua Belalang Harus Dibasmi?

Tidak.

Belalang merupakan bagian dari rantai makanan dan menjadi sumber pakan bagi berbagai satwa seperti burung, reptil, dan mamalia kecil.

Di lingkungan rumah, kemunculan beberapa ekor belalang umumnya tidak menimbulkan masalah serius.

Pengendalian baru diperlukan apabila:

  • jumlah belalang terus meningkat;
  • tanaman mulai mengalami kerusakan;
  • belalang menyerang area pertanian atau kebun;
  • terjadi ledakan populasi.

Pendekatan ini dikenal sebagai Integrated Pest Management (IPM), yaitu pengendalian dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan, bukan semata-mata karena keberadaan serangga.


Jenis Belalang yang Sering Menjadi Hama

Di Indonesia terdapat beberapa jenis belalang yang dikenal merusak tanaman, antara lain:

Belalang Kembara (Locusta migratoria)

Spesies ini merupakan salah satu belalang yang paling dikenal di Asia. Dalam kondisi tertentu dapat membentuk kelompok besar dan menghabiskan tanaman dalam waktu singkat.

Belalang Kembara (Locusta migratoria)

Belalang Kayu (Valanga nigricornis)

Belalang berukuran besar yang banyak ditemukan pada tanaman buah, pohon, maupun tanaman perkebunan.

Belalang Kayu (Valanga nigricornis)

Belalang Hijau (Atractomorpha crenulata)

Sering dijumpai di kebun sayuran dan tanaman pekarangan. Meskipun ukurannya lebih kecil, populasinya dapat meningkat cukup cepat.


Mengapa Belalang Datang ke Rumah atau Kebun?

Belalang umumnya datang karena tersedia makanan dan tempat berlindung.

Faktor yang sering memicu kemunculannya antara lain:

  • rumput terlalu tinggi;
  • gulma tidak dibersihkan;
  • banyak tanaman muda;
  • halaman lembap;
  • kebun terlalu rimbun;
  • musim kemarau yang panjang diikuti pertumbuhan tanaman baru.

Apabila kondisi tersebut tidak diperbaiki, belalang akan terus berdatangan meskipun sebagian sudah dibasmi.


Cara Membasmi Belalang Secara Efektif

1. Bersihkan Gulma dan Rumput Tinggi

Rumput liar menjadi tempat favorit belalang untuk bersembunyi dan berkembang biak.

Membersihkan gulma secara rutin akan mengurangi tempat berlindung sekaligus memutus siklus hidupnya.


2. Ambil Belalang Secara Manual

Pada populasi kecil, cara paling sederhana adalah menangkap belalang secara langsung.

Metode ini cocok untuk:

  • tanaman hias;
  • kebun rumah;
  • greenhouse.

Cara ini juga mengurangi penggunaan insektisida yang tidak diperlukan.


3. Gunakan Jaring Pelindung Tanaman

Untuk tanaman sayuran atau bibit muda, pemasangan insect net cukup efektif mencegah belalang memakan daun.

Selain melindungi tanaman, metode ini tidak mencemari lingkungan.


4. Manfaatkan Musuh Alami

Di alam, populasi belalang dikendalikan oleh berbagai predator seperti:

  • burung;
  • laba-laba;
  • belalang sembah;
  • kadal;
  • ayam kampung.

Menjaga keseimbangan ekosistem sering kali lebih efektif dibanding penyemprotan berulang.


5. Gunakan Insektisida Bila Populasi Sudah Tinggi

Apabila populasi sudah menyebabkan kerusakan ekonomi, insektisida dapat dipertimbangkan sesuai petunjuk label dan hanya menggunakan produk yang telah terdaftar.

Penyemprotan sebaiknya menjadi pilihan terakhir setelah metode lain tidak lagi memadai.


Cara Mencegah Belalang Datang Kembali

Pencegahan jauh lebih mudah dibanding mengendalikan populasi yang sudah tinggi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • memangkas rumput secara rutin;
  • membersihkan gulma;
  • mengurangi semak yang terlalu lebat;
  • memantau tanaman muda secara berkala;
  • menjaga kebersihan area kebun.

Dengan mengurangi tempat berlindung dan sumber makanan, kemungkinan belalang berkembang biak juga akan berkurang.


Apakah Belalang Berbahaya Bagi Manusia?

Belalang pada umumnya tidak berbahaya bagi manusia.

Mereka tidak berbisa dan tidak menularkan penyakit seperti nyamuk atau lalat.

Gigitan belalang juga sangat jarang terjadi dan biasanya hanya merupakan respons ketika serangga tersebut dipegang.

Kerugian terbesar justru terjadi pada tanaman yang menjadi sumber makanannya.


Kapan Harus Memanggil Jasa Pengendalian Hama?

Bantuan profesional dapat dipertimbangkan apabila:

  • populasi belalang sangat banyak;
  • area yang terdampak cukup luas;
  • tanaman bernilai ekonomi mulai rusak;
  • pengendalian mandiri tidak berhasil;
  • serangan terjadi berulang setiap musim.

Inspeksi profesional membantu memastikan bahwa kerusakan memang disebabkan belalang, bukan ulat atau serangga pemakan daun lainnya.


Kesimpulan

Belalang tidak selalu menjadi hama. Pengendalian sebaiknya dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan penyebab kemunculannya.

Membersihkan gulma, mengurangi tempat persembunyian, memanfaatkan musuh alami, serta melakukan pemantauan rutin merupakan langkah yang lebih berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan insektisida.

Jika populasi sudah sulit dikendalikan atau menyebabkan kerugian pada tanaman, penanganan oleh tenaga profesional dapat menjadi pilihan yang lebih efektif.


Referensi

  1. CABI. Locusta migratoria (Migratory Locust). Tersedia di: https://www.cabi.org. Diakses pada 26 Juni 2026.
  2. FAO. Integrated Pest Management. Tersedia di: https://www.fao.org. Diakses pada 26 Juni 2026.
  3. Capinera, J.L. 2021. Grasshoppers, Katydids and Crickets of the United States. University of Florida. Diakses pada 26 Juni 2026.
  4. Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT). Pengendalian Hama Belalang pada Tanaman. Tersedia di: https://bbpopt.pertanian.go.id. Diakses pada 26 Juni 2026.
  5. CABI Invasive Species Compendium. Valanga nigricornis. Tersedia di: https://www.cabi.org/isc. Diakses pada 26 Juni 2026.

Dipublikasikan pada: 12 Agustus 2022
Terakhir diperbarui pada: 26 Juni 2026