Tikus curut di atas serpihan kayu sebagai ilustrasi cara mengusir curut dari rumah

Cara Mengusir Tikus Curut dari Rumah dengan Aman dan Efektif

Cara mengusir tikus curut perlu dimulai dari menutup celah masuk, membersihkan sumber makanan, mengurangi serangga kecil, dan memasang perangkap di jalur aktif.

Cara mengusir tikus curut tidak cukup hanya dengan memakai bau-bauan atau menaruh perangkap di sudut rumah. Curut bisa masuk melalui celah kecil, bersembunyi di area lembap, dan mencari makanan dari serangga kecil, sisa makanan, atau bahan organik di sekitar dapur dan gudang.

Tikus curut di atas serpihan kayu sebagai ilustrasi cara mengusir curut dari rumah

Walaupun sering disebut tikus curut, hewan ini bukan tikus sejati. Curut dikenal secara ilmiah sebagai Suncus murinus atau Asian house shrew. Berbeda dari tikus rumah dan tikus got yang termasuk rodensia, curut termasuk kelompok insektivora. Artinya, hewan ini lebih banyak memakan serangga kecil, larva, cacing, dan hewan kecil lain, meskipun juga bisa tertarik pada sisa makanan manusia.

Curut sering muncul di dapur, kamar mandi, gudang, taman, saluran air, plafon, atau area belakang rumah. Jika dibiarkan, curut dapat menimbulkan bau, mengotori area rumah, mencemari makanan, dan mengganggu kenyamanan penghuni.

Ciri-Ciri Tikus Curut

Sebelum mengusirnya, pastikan dulu hewan yang muncul memang curut. Banyak orang mengira curut sebagai anak tikus karena ukurannya kecil.

Ciri-ciri tikus curut antara lain:

  • tubuh kecil dan ramping,
  • moncong panjang dan runcing,
  • mata kecil,
  • telinga relatif kecil,
  • gerakan cepat,
  • sering muncul di malam hari,
  • memiliki bau khas yang menyengat,
  • sering bersembunyi di area lembap,
  • masuk melalui celah sempit.

Pada gambar utama artikel ini, curut terlihat berada di atas serpihan kayu. Gambar seperti ini membantu menjelaskan bahwa curut sering memanfaatkan area tersembunyi, tumpukan material, gudang, atau sudut bangunan sebagai tempat berlindung.

Apakah Tikus Curut Berbahaya?

Curut tidak selalu menyerang manusia, tetapi tetap perlu dikendalikan. Masalah utamanya adalah sanitasi dan kenyamanan. Curut dapat berjalan di area dapur, tempat sampah, gudang makanan, atau lantai rumah. Hewan ini juga bisa meninggalkan kotoran, urine, bau, dan sisa makanan.

Jika curut muncul di restoran, villa, hotel, dapur komersial, atau area penyimpanan makanan, masalahnya menjadi lebih serius karena berkaitan dengan kebersihan dan standar sanitasi.

Kotoran atau urine hewan kecil tidak boleh dibersihkan sembarangan. CDC menyarankan area yang terkena kotoran atau urine rodensia dibasahi dulu dengan disinfektan, lalu dibersihkan memakai sarung tangan. Prinsip kehati-hatian ini juga relevan saat membersihkan area yang diduga dilewati curut.

Baca juga: Bahaya Tikus bagi Kesehatan, Rumah, dan Cara Mengendalikannya

Penyebab Tikus Curut Masuk Rumah

Curut masuk rumah karena menemukan akses, makanan, dan tempat berlindung. Jika ketiganya tersedia, curut akan lebih mudah bertahan.

Beberapa penyebab umum curut masuk rumah:

  • ada celah di bawah pintu,
  • lubang pipa tidak tertutup,
  • ventilasi tanpa kawat kasa,
  • saluran air terbuka,
  • dapur sering menyisakan makanan,
  • tempat sampah tidak tertutup,
  • banyak kecoa, semut, atau serangga kecil,
  • gudang penuh barang menumpuk,
  • taman terlalu rimbun,
  • area rumah lembap,
  • makanan hewan peliharaan dibiarkan terbuka.

Dalam penelitian tentang perilaku makan Suncus murinus di Bogor, curut diuji dengan beberapa jenis pakan seperti nasi, roti, larva Tenebrio, jangkrik, nugget ayam, bakso ikan, dan ikan asin. Ini menunjukkan bahwa curut dapat tertarik pada makanan hewani, serangga, dan sisa makanan yang tersedia di sekitar manusia.

Cara Mengusir Tikus Curut dari Rumah

Berikut langkah yang lebih aman dan realistis untuk mengusir tikus curut.

1. Temukan Jalur Masuk Curut

Langkah pertama adalah mencari dari mana curut masuk. Jangan hanya fokus pada tempat curut terlihat, karena hewan ini bisa bergerak cepat dari satu ruangan ke ruangan lain.

Periksa area berikut:

  • bawah pintu,
  • celah kusen,
  • lubang pipa,
  • ventilasi,
  • saluran air,
  • retakan dinding,
  • celah bawah kitchen set,
  • area belakang kompor,
  • bawah wastafel,
  • plafon,
  • lubang kabel,
  • area taman yang menempel ke rumah.

Setelah ditemukan, tutup celah dengan material yang kuat. Gunakan door seal, kawat kasa, semen, sealant, atau penutup pipa yang sesuai. Untuk ventilasi, gunakan kawat kasa agar udara tetap mengalir tetapi hewan kecil tidak mudah masuk.

2. Bersihkan Sumber Makanan

Curut akan sulit bertahan jika sumber makanan hilang. Karena itu, area dapur dan tempat sampah harus menjadi prioritas.

Lakukan langkah berikut:

  • simpan makanan dalam wadah tertutup,
  • bersihkan remah makanan,
  • cuci piring kotor sebelum malam,
  • tutup tempat sampah,
  • buang sampah basah setiap hari,
  • bersihkan area bawah kompor dan kulkas,
  • simpan makanan hewan peliharaan setelah digunakan,
  • jangan biarkan sisa ikan, daging, atau makanan basah terbuka.

Jika rumah masih menyediakan makanan, curut bisa kembali walaupun sudah diusir.

3. Kurangi Serangga Kecil di Rumah

Curut termasuk pemakan serangga. Jika rumah memiliki banyak kecoa, semut, larva, atau serangga kecil, curut bisa tertarik masuk.

Kurangi serangga dengan cara:

  • menjaga dapur tetap kering,
  • menutup makanan,
  • membersihkan minyak dan sisa makanan,
  • memperbaiki kebocoran air,
  • membuang sampah tepat waktu,
  • membersihkan saluran air,
  • mengurangi area lembap.

Jika masalah serangga cukup banyak, layanan pest control Bali dapat membantu mengurangi sumber makanan alami curut di sekitar bangunan.

4. Rapikan Gudang dan Area Persembunyian

Curut menyukai tempat yang aman untuk bersembunyi. Gudang berantakan, kardus bekas, kain lama, kayu menumpuk, dan taman rimbun bisa menjadi tempat berlindung.

Rapikan area berikut:

  • gudang,
  • garasi,
  • dapur belakang,
  • bawah tangga,
  • belakang lemari,
  • area servis,
  • taman,
  • semak dekat rumah,
  • tumpukan kayu,
  • kardus bekas.

Semakin sedikit tempat persembunyian, semakin kecil peluang curut menetap di dalam rumah.

5. Gunakan Bau Pengganggu sebagai Pendukung

Beberapa orang memakai aroma kuat seperti peppermint, daun mint, cuka, atau kapur barus untuk mengusir curut. Bau tertentu dapat membuat area kurang nyaman bagi hewan kecil.

Namun, cara ini sebaiknya hanya dianggap sebagai pendukung. Bau-bauan tidak akan efektif jika celah masuk masih terbuka, makanan masih tersedia, dan tempat persembunyian masih banyak.

Gunakan bahan beraroma dengan hati-hati. Jangan letakkan di dekat makanan, anak-anak, hewan peliharaan, atau area yang mudah terbakar.

6. Pasang Perangkap di Jalur Aktif

Jika curut sudah masuk rumah, perangkap bisa membantu. Tetapi perangkap harus diletakkan di jalur yang benar.

Lokasi yang bisa dicoba:

  • pinggir dinding,
  • bawah kitchen set,
  • belakang kulkas,
  • dekat tempat sampah,
  • dekat saluran air,
  • sudut gudang,
  • belakang lemari,
  • area curut sering terlihat.

Gunakan umpan beraroma kuat. Untuk curut, umpan berbasis protein atau hewani bisa lebih menarik, seperti ikan asin kecil, makanan hewan peliharaan, bakso ikan, atau serangga kecil. Jangan memasang perangkap di tempat yang mudah dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan.

7. Hindari Racun Sembarangan

Racun sering dianggap cara cepat, tetapi risikonya tinggi. Racun dapat membahayakan anak-anak, hewan peliharaan, dan satwa non-target. Selain itu, curut yang mati di plafon, bawah lemari, atau celah dinding dapat menimbulkan bau bangkai.

Jika masalah sudah berulang, lebih aman memakai pendekatan sanitasi, penutupan celah, perangkap, dan bantuan profesional dibanding menaruh racun sembarangan.

8. Bersihkan Kotoran dengan Aman

Jika menemukan kotoran atau bekas urine, jangan langsung menyapu dalam kondisi kering. Basahi dulu dengan disinfektan, gunakan sarung tangan, lalu bersihkan dengan tisu atau kain sekali pakai.

Langkah aman:

  • buka ventilasi ruangan,
  • gunakan sarung tangan,
  • semprot area dengan disinfektan,
  • tunggu beberapa menit,
  • lap dengan tisu atau kain,
  • buang ke tempat sampah tertutup,
  • cuci tangan setelah selesai.

Cara ini membantu mengurangi risiko debu dan kontaminasi dari area yang dilewati hewan kecil.

Baca juga: Kelemahan Tikus Curut dan Cara Mengusirnya dari Rumah

Kesalahan Umum Saat Mengusir Tikus Curut

Beberapa kesalahan membuat curut tetap kembali, meskipun sudah diusir.

Hindari kesalahan berikut:

  • hanya memakai bau-bauan,
  • tidak menutup celah masuk,
  • membiarkan tempat sampah terbuka,
  • meninggalkan makanan hewan peliharaan semalaman,
  • tidak membersihkan area bawah kompor dan kulkas,
  • menumpuk kardus di gudang,
  • membiarkan taman terlalu rimbun,
  • memasang perangkap di tempat yang salah,
  • memakai racun sembarangan,
  • tidak membersihkan kotoran dengan disinfektan.

Mengusir curut harus dilakukan sebagai satu rangkaian: bersihkan makanan, tutup akses, rapikan tempat sembunyi, lalu pasang perangkap bila perlu.

Kapan Perlu Menggunakan Jasa Pembasmi Tikus?

Gunakan jasa pembasmi tikus Bali jika curut sering muncul kembali, sulit menemukan jalur masuk, perangkap tidak berhasil, atau masalah terjadi di restoran, villa, hotel, dapur komersial, dan gudang makanan.

Pemeriksaan profesional membantu membedakan apakah hewan yang muncul adalah curut, mencit, tikus rumah, atau tikus got. Ini penting karena cara penanganannya bisa berbeda.

Untuk bangunan komersial, penanganan juga perlu lebih rapi karena berkaitan dengan sanitasi, kenyamanan tamu, dan reputasi usaha.

Cara Mencegah Tikus Curut Datang Lagi

Setelah curut berhasil diusir, lakukan pencegahan agar tidak kembali.

Langkah pencegahan:

  • pasang door seal,
  • tutup lubang pipa,
  • pasang kawat kasa pada ventilasi,
  • perbaiki saluran air,
  • tutup tempat sampah,
  • simpan makanan dalam wadah tertutup,
  • bersihkan dapur setiap malam,
  • kurangi kecoa dan serangga kecil,
  • rapikan gudang,
  • pangkas rumput dan semak,
  • jauhkan tumpukan kayu dari dinding rumah.

Untuk rumah dan villa di Bali yang memiliki taman, dapur semi-terbuka, atau area servis terbuka, pencegahan perlu dilakukan secara rutin.

Kesimpulan

Cara mengusir tikus curut yang efektif harus dimulai dari memahami penyebabnya. Curut masuk rumah karena ada celah, makanan, serangga kecil, tempat lembap, dan area persembunyian.

Bau-bauan bisa membantu, tetapi bukan solusi utama. Cara yang lebih kuat adalah menutup celah masuk, membersihkan dapur, mengurangi serangga, merapikan gudang, memasang perangkap di jalur aktif, dan menjaga sanitasi.

Jika curut muncul berulang atau sulit dikendalikan, gunakan bantuan profesional agar sumber masalahnya bisa ditemukan dan ditangani dengan tepat.


Referensi Eksternal

  1. Rentokil Indonesia, 2024, Not Mice, But Shrews: Discover What Shrews Really Are!, diakses pada 26 Mei 2026.
  2. Priyambodo, S., dan Septiana, R., 2022, Study on the Feeding Behaviour of House Shrew (Suncus murinus L.) in Bogor to Feed and Rodenticide, diakses pada 26 Mei 2026.
  3. Khanam, S., dkk., 2017, Population Characteristics of Suncus murinus in Rural Commensal Habitats, diakses pada 26 Mei 2026.
  4. Centers for Disease Control and Prevention, 2024, Controlling Wild Rodent Infestations, diakses pada 26 Mei 2026.
  5. Centers for Disease Control and Prevention, 2024, How to Clean Up After Rodents, diakses pada 26 Mei 2026.
  6. Washington State Department of Health, 2025, Rodents, diakses pada 26 Mei 2026.
  7. National Pesticide Information Center, 2026, Rodents, diakses pada 26 Mei 2026.

Dipublikasikan pada: 20 Desember 2020
Terakhir diperbarui pada: 28 Mei 2026