Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Cara menangkap tikus paling efektif dimulai dari mengenali jalur gerak, memilih umpan yang tepat, memasang perangkap di titik aktif, dan menutup celah agar tikus tidak kembali.
Cara menangkap tikus tidak cukup hanya meletakkan perangkap di sembarang tempat. Tikus adalah hewan yang hati-hati, cepat belajar, dan sering bergerak melalui jalur yang sama. Karena itu, perangkap akan lebih efektif jika dipasang di jalur aktif, dekat sumber makanan, dekat titik masuk, atau area yang terlihat ada kotoran dan bekas gigitan.

Beberapa jenis tikus yang sering menjadi hama pemukiman adalah tikus got atau tikus cokelat (Rattus norvegicus), tikus rumah atau tikus atap (Rattus rattus), dan mencit rumah (Mus musculus). Ketiganya memiliki kebiasaan berbeda. Tikus got sering aktif di area bawah, saluran air, taman, dan tempat sampah. Tikus atap lebih pandai memanjat dan sering muncul di plafon. Mencit rumah berukuran kecil dan mudah masuk melalui celah sempit.
Karena perilakunya berbeda, cara menangkap tikus perlu disesuaikan dengan jenis tikus, lokasi aktivitas, dan tingkat infestasi.
Tikus sulit ditangkap karena memiliki indra penciuman tajam, hafal jalur pergerakan, dan cenderung waspada terhadap benda baru. Pada beberapa kasus, tikus tidak langsung mendekati perangkap yang baru dipasang. Tikus akan mengamati, mencium, dan mencoba mengambil umpan dari sisi yang dianggap aman.
Tikus juga lebih sering bergerak di tepi dinding daripada di tengah ruangan. Ini sebabnya perangkap yang diletakkan sembarangan di tengah dapur sering tidak efektif. Perangkap sebaiknya ditempatkan di jalur tikus, seperti belakang lemari, dekat tempat sampah, bawah kitchen set, dekat lubang pipa, pinggir dinding, plafon, gudang, atau area servis.
Baca juga: Bahaya Tikus bagi Kesehatan, Rumah, dan Cara Mengendalikannya
Sebelum memasang perangkap, cari dulu tanda aktivitas tikus. Ini akan membantu menentukan lokasi perangkap yang paling efektif.
Tanda jalur aktif tikus antara lain:
Jika tanda ditemukan di banyak titik, kemungkinan populasi tikus sudah lebih dari satu ekor.
Ada banyak jenis perangkap tikus. Masing-masing punya kelebihan dan kelemahan. Pilih metode yang sesuai dengan lokasi, keamanan penghuni, dan tingkat masalah.
Perangkap mekanis seperti snap trap atau perangkap jepit sering efektif jika dipasang dengan benar. Prinsipnya sederhana: tikus tertarik pada umpan, menyentuh mekanisme perangkap, lalu tertangkap.
Agar lebih efektif:
CDC juga menyarankan perangkap digunakan setelah celah masuk diperiksa dan ditutup agar tikus baru tidak terus masuk ke bangunan.
Perangkap ember dapat digunakan untuk menangkap tikus secara mekanis.

Prinsipnya adalah membuat tikus naik ke bibir ember menggunakan papan atau jalur kecil, lalu terpancing umpan pada bagian tengah. Ketika tikus kehilangan pijakan, tikus jatuh ke dalam ember.
Perangkap ember lebih cocok untuk area gudang, dapur servis, garasi, atau tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak. Pastikan ember stabil, jalur naik tidak mudah bergeser, dan perangkap dicek secara rutin.
Perangkap dari botol plastik adalah metode sederhana yang sering digunakan untuk skala rumah.

Metode ini memanfaatkan botol sebagai ruang perangkap. Tikus masuk karena tertarik pada umpan, lalu mekanisme botol membuat tikus sulit keluar.
Kelebihan metode ini adalah murah dan mudah dibuat. Kekurangannya, perangkap botol biasanya lebih cocok untuk mencit atau tikus kecil, bukan tikus got berukuran besar.
Metode ini biasanya memanfaatkan bambu sebagai jalur atau ruang jebakan, lalu tempurung kelapa dan umpan digunakan untuk menarik tikus. Perangkap seperti ini sering dipakai di area semi-outdoor, kebun, atau rumah dekat lahan terbuka.

Namun, perangkap tradisional perlu dipasang hati-hati. Pastikan tidak membahayakan anak-anak, hewan peliharaan, atau satwa non-target.
Prinsipnya adalah membuat tikus masuk ke area umpan, lalu wadah menutup atau menjebak tikus.

Metode ini cocok sebagai ilustrasi edukatif, tetapi efektivitasnya terbatas. Untuk infestasi yang lebih serius, perangkap mekanis atau perangkap profesional biasanya lebih konsisten.
Biasanya kertas dipasang di atas wadah atau ember, diberi potongan di tengah, lalu diberi umpan agar tikus melangkah ke area rapuh.

Metode ini murah dan mudah dibuat, tetapi perlu dicek sering. Jika perangkap tidak stabil, tikus bisa lolos atau tidak tertarik mendekat.
Lem tikus sering dipakai karena mudah ditemukan.
Namun, penggunaan lem tikus perlu hati-hati. Lem dapat mengenai anak-anak, hewan peliharaan, atau hewan non-target. Secara kebersihan, tikus yang tertangkap juga harus segera ditangani agar tidak menimbulkan bau dan risiko sanitasi.
Jika memakai lem tikus:

Untuk area restoran, villa, hotel, atau dapur komersial, penggunaan lem tikus harus dipertimbangkan dengan lebih hati-hati karena berkaitan dengan kebersihan dan kenyamanan tamu.
Umpan yang baik adalah umpan yang aromanya kuat, mudah tercium, dan sesuai dengan kebiasaan makan tikus di lokasi tersebut.
Beberapa umpan yang sering digunakan:
Selai kacang sering efektif karena aromanya kuat dan teksturnya lengket, sehingga tikus sulit mengambilnya tanpa menyentuh mekanisme perangkap. Ikan asin juga dapat menarik tikus karena aromanya tajam. Namun, umpan terbaik bisa berbeda tergantung jenis tikus dan sumber makanan yang tersedia di lokasi.
Agar perangkap tikus lebih efektif, perhatikan strategi pemasangan berikut:
Jika perangkap tidak berhasil selama beberapa hari, evaluasi lokasi dan umpan. Bisa jadi perangkap diletakkan di jalur yang salah.
Racun tikus atau rodentisida memang dapat membunuh tikus, tetapi risikonya tinggi jika digunakan sembarangan. NPIC menjelaskan bahwa rodentisida dapat berbahaya bagi anak-anak, hewan peliharaan, burung, dan satwa lain jika tertelan, terhirup, atau tersentuh.
Risiko lain adalah tikus mati di tempat tersembunyi seperti plafon, dinding, bawah lantai, atau belakang perabot. Bangkai tikus dapat menimbulkan bau menyengat dan masalah sanitasi baru.
Untuk rumah dengan anak-anak, hewan peliharaan, dapur aktif, restoran, villa, atau hotel, penggunaan racun sebaiknya tidak dilakukan tanpa prosedur yang benar.
Setelah tikus tertangkap, area bekas aktivitasnya tetap harus dibersihkan. Jangan menyapu atau menyedot kotoran tikus dalam keadaan kering karena partikel kotoran dapat beterbangan.
CDC menyarankan kotoran dan urine rodensia dibasahi dengan disinfektan terlebih dahulu, didiamkan beberapa menit, lalu dibersihkan menggunakan tisu atau kain sekali pakai. Gunakan sarung tangan dan buang limbah ke tempat sampah tertutup.
Langkah sederhana:
Jika tikus terus muncul, berarti sumber masalah belum selesai. Menangkap satu tikus hanya mengurangi populasi, tetapi tidak menutup akses masuk.
Penyebab tikus datang lagi:
Karena itu, setelah tikus tertangkap, lanjutkan dengan menutup celah, membersihkan area, dan mengurangi sumber makanan.
Gunakan jasa pembasmi tikus Bali jika tikus muncul berulang, perangkap tidak berhasil, kotoran ditemukan di banyak titik, ada suara di plafon, kabel tergigit, atau masalah terjadi di restoran, villa, hotel, gudang, dan dapur komersial.
Bantuan profesional membantu menentukan jenis tikus, jalur masuk, titik perangkap, metode sanitasi, dan strategi pencegahan. Untuk properti komersial, pengendalian tikus juga perlu lebih rapi karena berkaitan dengan reputasi, keamanan pangan, dan kenyamanan tamu.
Cara menangkap tikus yang efektif harus dimulai dari membaca tanda aktivitasnya. Perangkap akan lebih berhasil jika dipasang di jalur aktif, memakai umpan beraroma kuat, dan dicek secara rutin.
Perangkap ember, botol plastik, bambu, mangkok, kertas, lem tikus, dan perangkap mekanis bisa digunakan sesuai kondisi. Namun, menangkap tikus saja tidak cukup. Tutup celah masuk, bersihkan sumber makanan, rapikan gudang, dan jaga sanitasi agar tikus tidak kembali.
Jika tikus terus muncul atau masalah terjadi di area komersial, gunakan bantuan profesional agar pengendalian lebih aman, terukur, dan tidak hanya menyelesaikan gejala sementara.
Dipublikasikan pada: 15 Januari 2021
Terakhir diperbarui pada: 28 Mei 2026