Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Kelemahan tikus curut ada pada akses masuk, sumber makanan, tempat persembunyian, dan bau tertentu yang mengganggu. Kenali cara mengusir curut dari rumah dengan aman dan efektif.
Kelemahan tikus curut sering dicari karena hewan kecil ini bisa muncul tiba-tiba di dapur, gudang, plafon, taman, atau area belakang rumah. Banyak orang menyebutnya tikus, padahal curut berbeda dari tikus rumah atau tikus got.

Curut memiliki tubuh kecil, moncong panjang, gerakan cepat, dan bau khas yang cukup tajam. Hewan ini sering masuk rumah untuk mencari makanan, tempat berlindung, atau serangga kecil. Karena ukurannya kecil, curut dapat masuk melalui celah sempit di bawah pintu, lubang pipa, retakan dinding, ventilasi, saluran air, atau area taman yang terhubung ke bangunan.
Untuk mengusir curut, kita perlu memahami titik lemahnya. Bukan hanya memakai bau-bauan atau racun, tetapi menutup akses masuk, mengurangi sumber makanan, membersihkan area persembunyian, dan melakukan pemantauan.
Tikus curut adalah sebutan umum untuk curut atau house shrew. Di beberapa tempat, hewan ini juga disebut celurut. Walaupun sering disebut “tikus curut”, hewan ini bukan tikus sejati.
Tikus dan mencit termasuk rodensia, sedangkan curut termasuk kelompok insektivora. Artinya, curut lebih banyak mencari makanan berupa serangga kecil, larva, cacing, dan hewan kecil lain. Namun, curut juga bisa memakan sisa makanan manusia, makanan hewan peliharaan, daging, ikan, atau bahan organik lain jika tersedia.
Karena bentuknya mirip tikus kecil, banyak orang salah mengira curut sebagai anak tikus. Padahal, curut biasanya memiliki moncong lebih panjang dan runcing, tubuh lebih ramping, serta bau khas yang lebih kuat.
Curut tidak selalu berbahaya dalam arti menyerang manusia. Namun, kehadirannya tetap dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan rumah. Curut bisa masuk ke area dapur, tempat sampah, gudang, atau sela-sela barang. Jika dibiarkan, hewan ini dapat mencemari area dengan kotoran, urine, bau, atau sisa makanan yang dibawanya.
Curut juga dapat membuat penghuni panik karena gerakannya cepat dan sering muncul di area yang tidak terduga. Pada rumah, villa, restoran, dapur, gudang makanan, atau area komersial, keberadaan curut perlu ditangani karena berkaitan dengan sanitasi.
Walaupun curut berbeda dari tikus, prinsip kebersihan tetap penting. CDC menyarankan pembersihan kotoran dan urine hewan pengerat dilakukan dengan cara membasahi area menggunakan disinfektan terlebih dahulu, memakai sarung tangan, dan tidak menyapu atau menyedot kotoran kering secara langsung.
Sebelum membahas kelemahan tikus curut, kenali dulu ciri-cirinya agar tidak salah identifikasi.
Beberapa ciri umum curut antara lain:
Curut sering terlihat di area dapur, gudang, dekat tempat sampah, taman, saluran air, belakang lemari, plafon, atau area lembap yang banyak serangga kecil.
Karena namanya sering memakai kata “tikus”, curut kerap disamakan dengan tikus rumah. Padahal, keduanya berbeda.
| Perbandingan | Tikus Curut / Curut | Tikus Rumah / Mencit |
|---|---|---|
| Kelompok hewan | Insektivora | Rodensia |
| Bentuk moncong | Panjang dan runcing | Lebih pendek dan tumpul |
| Bau tubuh | Cenderung tajam / musky | Tidak setajam curut |
| Makanan utama | Serangga kecil, larva, bahan organik | Biji-bijian, makanan manusia, bahan organik |
| Pola masuk rumah | Celah kecil, taman, saluran, area lembap | Celah bangunan, dapur, gudang, plafon |
| Kerusakan | Lebih sering mengganggu sanitasi dan bau | Bisa mengerat kabel, kemasan, kayu, dan barang |
Perbedaan ini penting karena strategi pengendalian curut tidak selalu sama dengan tikus. Jika masalahnya tikus rumah atau tikus got, treatment rodensia mungkin lebih relevan. Jika masalahnya curut, fokusnya harus lebih banyak pada celah masuk, kebersihan, serangga kecil, dan area persembunyian.
Kelemahan tikus curut bukan berarti hewan ini bisa diusir hanya dengan satu bahan alami. Titik lemahnya lebih tepat dipahami sebagai kondisi yang membuat curut tidak betah dan sulit masuk ke rumah.
Kelemahan tikus curut yang paling utama adalah akses masuk. Curut bertubuh kecil, tetapi tetap membutuhkan celah untuk masuk ke rumah. Jika celah ditutup, peluang curut masuk akan berkurang.
Area yang perlu diperiksa:
Gunakan door seal, kawat kasa, semen, sealant, atau material penutup lain yang sesuai. Untuk area ventilasi, gunakan kawat kasa agar udara tetap mengalir tetapi hewan kecil tidak mudah masuk.
Curut datang karena ada makanan atau mangsa kecil. Jika rumah menyediakan sisa makanan, serangga, tempat sampah terbuka, atau makanan hewan peliharaan, curut lebih mudah tertarik.
Kurangi sumber makanan dengan cara:
Dalam penelitian perilaku makan house shrew di Bogor, jangkrik menjadi pakan yang paling disukai dalam uji preferensi, sementara nasi matang, bakso ikan, dan roti juga termasuk pakan yang banyak dikonsumsi dalam pengujian. Ini menunjukkan bahwa curut dapat tertarik pada sumber makanan hewani maupun sisa makanan manusia.
Curut menyukai area yang aman untuk bersembunyi. Tumpukan barang, kardus, kayu bekas, dedaunan, kain lama, dan sudut gudang yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat berlindung.
Kurangi tempat persembunyian dengan cara:
Semakin sedikit tempat persembunyian, semakin kecil peluang curut bertahan lama di dalam rumah.
Banyak orang memakai bau-bauan seperti mint, peppermint, cuka, kapur barus, atau bahan beraroma kuat untuk mengusir curut. Bau tertentu dapat membantu membuat area terasa kurang nyaman bagi curut.
Namun, cara ini sebaiknya dipahami sebagai pendukung, bukan solusi utama. Beberapa bahan alami sering dipercaya dapat mengganggu curut, tetapi efektivitasnya tidak selalu terbukti kuat secara ilmiah. Rentokil Indonesia juga memberi catatan bahwa bahan alami seperti kapur barus, daun mint, cuka, dan peppermint belum terbukti secara ilmiah sebagai solusi efektif untuk mengusir curut.
Jika ingin mencoba bau-bauan, gunakan dengan hati-hati. Jangan menaruh bahan berbahaya di area anak-anak, hewan peliharaan, dapur, atau tempat penyimpanan makanan.
Curut sering bergerak melalui jalur yang sama, terutama di tepi dinding, belakang lemari, saluran, atau area gelap. Jika jalur ini dibersihkan, ditutup, atau dipasangi perangkap secara tepat, peluang menangkap atau mengusir curut menjadi lebih besar.
Perhatikan jalur yang sering dilalui:
Memahami jalur pergerakan lebih efektif dibanding menaruh perangkap secara acak.
Perangkap bisa membantu jika curut sudah masuk rumah. Namun, karena curut tidak selalu tertarik pada umpan yang sama seperti tikus, pemilihan umpan perlu disesuaikan.
Umpan yang mungkin lebih menarik untuk curut antara lain:
Letakkan perangkap di jalur yang sering dilalui, bukan di tengah ruangan terbuka. Pastikan perangkap aman dari anak-anak dan hewan peliharaan.
Untuk area rumah tinggal, restoran, atau villa, gunakan perangkap dengan hati-hati dan pantau secara rutin agar tidak menimbulkan bau atau masalah sanitasi baru.
Cara paling efektif untuk mengatasi curut adalah pendekatan terpadu. Artinya, jangan hanya mengandalkan satu metode.
Langkah yang lebih lengkap meliputi:
NPIC menyarankan pendekatan pencegahan, sanitasi, dan eksklusi dalam pengendalian hewan pengerat, serta penggunaan rodentisida sebagai pilihan terakhir. Walaupun curut bukan rodensia sejati, prinsip pencegahan dan sanitasi tetap relevan untuk mengurangi masalah hewan kecil di bangunan.
Setelah mengetahui kelemahan tikus curut, berikut langkah praktis yang bisa dilakukan.
Periksa area rumah dari luar dan dalam. Cari celah kecil yang mungkin menjadi akses masuk curut.
Fokus pada:
Tutup celah setelah memastikan tidak ada curut yang terjebak di dalam area tertentu.
Dapur adalah area yang sering menarik hama karena menyediakan makanan, air, dan tempat berlindung.
Lakukan langkah berikut:
Jika curut sering muncul di dapur, kemungkinan ada celah masuk, serangga kecil, atau sumber makanan yang belum teratasi.
Gudang, taman, dan area belakang rumah sering menjadi tempat persembunyian curut. Rapikan area ini agar curut tidak punya tempat aman untuk berlindung.
Langkah yang disarankan:
Untuk properti di Bali yang memiliki taman, dapur semi-outdoor, atau area servis terbuka, pembersihan area luar sangat penting.
Bahan beraroma kuat bisa digunakan sebagai langkah tambahan di area tertentu. Misalnya, daun mint, peppermint, cuka, atau bahan beraroma tajam lain.
Namun, jangan hanya mengandalkan cara ini. Jika celah masuk masih terbuka dan makanan masih tersedia, curut tetap bisa kembali.
Gunakan bahan beraroma dengan aman:
Jika curut masih muncul, pasang perangkap di jalur yang sering dilalui. Pilih titik yang dekat dinding, sudut dapur, area belakang lemari, atau dekat tempat curut terlihat.
Tips pemasangan:
Jika perangkap tidak berhasil, kemungkinan umpan tidak cocok atau jalur yang dipilih bukan jalur aktif.
Racun sering dianggap cara cepat, tetapi penggunaannya berisiko. Rodentisida dapat membahayakan manusia, hewan peliharaan, dan satwa lain jika tidak digunakan sesuai label. NPIC menjelaskan bahwa rodentisida memang dirancang untuk membunuh tikus dan mencit, tetapi manusia, hewan peliharaan, dan satwa liar juga bisa keracunan karena memiliki kesamaan biologis dengan hewan target.
Untuk rumah, restoran, villa, atau area dengan anak-anak dan hewan peliharaan, penggunaan racun perlu sangat hati-hati. Jika masalah sudah berat, lebih aman menggunakan bantuan profesional daripada menaruh racun sembarangan.
Jika menemukan kotoran atau bekas urine, jangan langsung menyapu kering. Basahi dulu area dengan disinfektan, gunakan sarung tangan, lalu bersihkan dengan tisu atau kain sekali pakai.
Langkah aman:
Cara ini penting untuk mengurangi risiko paparan debu atau kontaminan dari kotoran hewan kecil.
Beberapa kesalahan sering membuat curut kembali muncul.
Hindari hal berikut:
Mengusir curut perlu kombinasi antara sanitasi, eksklusi, perangkap, dan pemantauan.
Gunakan jasa pembasmi tikus Bali jika:
Pemeriksaan profesional membantu membedakan curut dari tikus biasa. Ini penting karena treatment untuk curut, mencit, dan tikus got bisa berbeda.
Curut bisa dicegah dengan membuat rumah tidak menarik dan sulit dimasuki. Pencegahan lebih efektif dibanding hanya mengusir ketika sudah masuk.
Langkah pencegahan:
Untuk rumah dan villa di Bali yang memiliki dapur semi-terbuka atau taman dekat bangunan, pencegahan perlu dilakukan secara rutin.
Kelemahan tikus curut terletak pada akses masuk, sumber makanan, tempat persembunyian, jalur pergerakan, dan kondisi rumah yang tidak mendukung. Karena itu, cara terbaik mengusir curut bukan hanya memakai bau-bauan, tetapi menutup celah, membersihkan makanan, merapikan area persembunyian, memasang perangkap di jalur aktif, dan menjaga sanitasi.
Curut berbeda dari tikus biasa. Hewan ini lebih banyak memakan serangga kecil dan bahan organik, tetapi tetap bisa mengganggu kebersihan rumah. Jika curut muncul berulang atau kamu tidak yakin jenis hama yang masuk, pemeriksaan oleh profesional dapat membantu menentukan langkah yang lebih tepat.
Dipublikasikan pada: 2 Maret 2022
Terakhir diperbarui pada: 28 Mei 2026