Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Kaki seribu sering muncul di kamar mandi, garasi, taman, atau area rumah yang lembap. Meskipun tidak menyerang bangunan dan umumnya tidak berbahaya bagi manusia, jumlahnya yang banyak dapat mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Artikel ini membahas penyebab kaki seribu masuk ke rumah, cara membasminya secara efektif, serta langkah pencegahan agar tidak kembali muncul.
Kaki seribu merupakan hewan dari kelas Diplopoda, kelompok artropoda yang masih berkerabat dengan kelabang (Chilopoda), tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.

Meski namanya “kaki seribu”, sebenarnya sebagian besar spesies hanya memiliki sekitar 30 hingga lebih dari 400 kaki, tergantung umur dan spesiesnya. Hingga saat ini, spesies dengan kaki terbanyak yang pernah ditemukan memiliki lebih dari 1.300 kaki, menjadikannya hewan berkaki terbanyak yang diketahui.
Tidak seperti kelabang yang merupakan predator, kaki seribu adalah detritivor, yaitu organisme yang memakan daun gugur, kayu lapuk, jamur, dan bahan organik yang telah membusuk. Karena perannya tersebut, kaki seribu membantu mempercepat proses penguraian di alam.
Secara umum, tidak.
Kaki seribu bukan hewan berbisa seperti kelabang dan tidak menggigit manusia. Ketika merasa terganggu, hewan ini biasanya menggulung tubuhnya menjadi spiral sebagai bentuk pertahanan.
Beberapa spesies dapat mengeluarkan cairan berbau menyengat yang mengandung senyawa seperti benzoquinone, hidrogen sianida dalam kadar sangat rendah, atau senyawa iritan lainnya. Cairan ini bertujuan mengusir predator, bukan menyerang manusia.
Pada sebagian orang yang memiliki kulit sensitif, cairan tersebut dapat menyebabkan iritasi ringan atau perubahan warna kulit sementara. Oleh karena itu, hindari memegang kaki seribu dengan tangan kosong, terutama jika jumlahnya banyak.
Kaki seribu tidak mencari makanan di dalam rumah. Mereka biasanya masuk karena kondisi lingkungan mendukung untuk bertahan hidup.
Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:
Pada musim hujan, kaki seribu sering berpindah ke tempat yang lebih kering sehingga tidak jarang masuk melalui celah pintu, ventilasi, atau retakan dinding.
Kelembapan merupakan faktor utama yang menarik kaki seribu.
Pastikan area seperti:
memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak selalu basah.
Jika diperlukan, gunakan exhaust fan atau dehumidifier pada ruangan yang lembap.
Daun yang membusuk merupakan sumber makanan alami kaki seribu.
Bersihkan secara rutin:
Langkah sederhana ini sering kali jauh lebih efektif dibanding hanya menyemprotkan insektisida.
Periksa kemungkinan akses masuk seperti:
Gunakan sealant atau door sweep untuk mengurangi kemungkinan kaki seribu masuk ke dalam rumah.
Jika hanya terdapat beberapa ekor, kaki seribu dapat dibersihkan menggunakan sapu atau vacuum cleaner, kemudian dibuang ke luar rumah.
Metode ini lebih aman dibanding menghancurkan tubuhnya, karena beberapa spesies dapat mengeluarkan cairan yang berbau menyengat.
Apabila kaki seribu muncul dalam jumlah besar secara berulang, penggunaan insektisida residual pada area luar bangunan dapat dipertimbangkan.
Namun, penyemprotan sebaiknya difokuskan pada jalur masuk dan area persembunyian, bukan seluruh ruangan.
Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif.
Beberapa hal yang dapat dilakukan meliputi:
Dengan mengurangi habitat yang disukai, populasi kaki seribu biasanya akan menurun secara alami.
Berbagai cara tradisional sering beredar di internet, tetapi tidak semuanya didukung bukti ilmiah.
Garam memang dapat menyebabkan dehidrasi pada beberapa hewan bertubuh lunak, tetapi efektivitasnya terhadap kaki seribu di lingkungan rumah sangat terbatas dan tidak menyelesaikan sumber masalah.
Air sabun dapat membunuh sebagian kaki seribu yang terkena langsung, tetapi tidak mencegah individu lain masuk dari luar.
Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kapur barus mampu mengendalikan populasi kaki seribu secara efektif.
Fokus utama tetap pada pengurangan kelembapan dan habitat yang mendukung keberadaannya.
Penanganan profesional sebaiknya dipertimbangkan apabila:
Inspeksi menyeluruh dapat membantu mengidentifikasi sumber kelembapan dan jalur masuk yang sering terlewat.
Kaki seribu bukanlah hama yang merusak rumah, melainkan hewan pengurai yang berperan penting di alam. Kehadirannya di dalam rumah biasanya menandakan lingkungan yang terlalu lembap atau banyak bahan organik yang membusuk di sekitar bangunan.
Cara paling efektif mengendalikan kaki seribu bukan hanya dengan membunuhnya, tetapi juga mengurangi kelembapan, membersihkan habitatnya, dan menutup akses masuk. Pendekatan ini akan memberikan hasil yang lebih bertahan lama dibanding hanya mengandalkan insektisida.
Dipublikasikan pada: 17 April 2021
Terakhir diperbarui pada: 3 Juli 2026