Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Lemari kayu dapat diserang oleh rayap kayu kering maupun rayap tanah, tergantung jenis kayu dan kondisi lingkungan. Artikel ini membahas penyebab lemari kena rayap, perbedaan kedua jenis rayap, faktor yang membuat furniture lebih rentan, serta cara mengatasi dan mencegah kerusakan agar tidak semakin parah.
Menemukan serbuk kayu di bawah lemari atau melihat bagian kayu mulai keropos sering kali menjadi tanda awal adanya serangan rayap. Sayangnya, banyak pemilik rumah baru menyadari keberadaan rayap setelah kerusakan sudah cukup parah.
Tidak semua serangan rayap terjadi karena penyebab yang sama. Ada lemari yang diserang rayap kayu kering, sementara yang lain justru menjadi sasaran rayap tanah akibat kondisi ruangan yang lembap. Memahami perbedaannya akan membantu Anda menentukan penanganan yang tepat dan mencegah kerusakan semakin meluas.

Baca juga: Cara Menghilangkan Rayap Kayu Kering dengan Aman dan Tepat untuk mengenali ciri-ciri, frass (kotoran rayap), serta metode pengendalian yang sesuai untuk furniture dan material kayu. Cara Menghilangkan Rayap Kayu Kering dengan Aman dan Tepat
Lemari kayu umumnya diserang oleh dua jenis rayap dengan karakteristik yang berbeda.
Rayap kayu kering (drywood termite) merupakan penyebab paling umum kerusakan pada furniture di dalam rumah.
Ciri-cirinya meliputi:
Karena hidup di dalam kayu, koloni rayap kayu kering dapat berkembang selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa disadari.

Rayap tanah hidup di dalam tanah dan membutuhkan kelembapan untuk bertahan hidup.
Mereka biasanya menyerang lemari apabila:
Berbeda dengan rayap kayu kering, rayap tanah biasanya membuat jalur tanah (mud tube) sebagai jalan menuju sumber makanan.

Sederhananya: lemari di ruangan kering lebih berisiko diserang rayap kayu kering, sedangkan lemari yang berada di area lembap lebih rentan terhadap rayap tanah.
Tidak semua lemari memiliki risiko yang sama. Bahkan dua lemari yang berada di rumah yang sama bisa memiliki kondisi berbeda.
Beberapa penyebabnya antara lain:
Kayu yang belum diberi perlakuan anti rayap lebih mudah menjadi sumber makanan rayap.
Dalam industri furniture, pengawetan biasanya dilakukan menggunakan bahan kimia khusus melalui proses perendaman, penyemprotan, atau sistem vakum-tekanan agar bahan pengawet masuk ke dalam serat kayu.
Banyak orang mengira kayu yang pernah diawetkan akan tahan rayap selamanya.
Faktanya, perlindungan dari bahan pengawet memiliki masa efektif. Seiring bertambahnya usia furniture, paparan udara, kelembapan, dan penggunaan sehari-hari, efektivitas perlindungan tersebut akan menurun sehingga kayu kembali berisiko diserang rayap.
Tidak semua jenis kayu memiliki ketahanan alami terhadap rayap. Kayu dengan kepadatan rendah umumnya lebih mudah diserang dibandingkan kayu keras yang memiliki kandungan zat ekstraktif alami.
Kelembapan merupakan faktor utama yang memicu serangan rayap tanah. Gudang, ruang cuci, atau kamar yang memiliki ventilasi buruk menjadi lokasi yang lebih berisiko.
Kayu jati memang dikenal sebagai salah satu material terbaik untuk furniture karena memiliki ketahanan alami yang baik terhadap rayap dan jamur.
Namun, tidak semua bagian kayu jati memiliki kemampuan yang sama.
Bagian teras kayu (heartwood) yang berada di tengah batang mengandung minyak alami sehingga lebih tahan terhadap serangan rayap.
Sebaliknya, bagian gubal atau lapisan kayu berwarna putih di bagian luar batang memiliki ketahanan yang jauh lebih rendah. Jika sebuah lemari masih menggunakan banyak bagian gubal, rayap tetap dapat menyerangnya meskipun berasal dari kayu jati.

Karena itu, kualitas furniture tidak hanya ditentukan oleh jenis kayunya, tetapi juga bagian kayu yang digunakan dalam proses pembuatannya.
Belum tentu.
Rayap kayu kering biasanya menghasilkan frass, yaitu butiran kecil yang bentuknya menyerupai pasir atau pelet halus.
Sementara itu, serbuk yang sangat halus seperti tepung juga dapat berasal dari serangga perusak kayu lainnya, seperti kumbang bubuk kayu (powderpost beetle).

Apabila Anda menemukan serbuk kayu secara terus-menerus, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya sebelum menentukan metode pengendalian.
Baca juga: Hamapedia: Hama Perusak Kayu untuk mengenali perbedaan rayap, kumbang bubuk kayu, dan hama lain yang sama-sama dapat merusak furniture berbahan kayu. Hamapedia: Ensiklopedia Hama Permukiman
Pada banyak kasus, kerusakan pertama kali ditemukan di bagian bawah lemari.
Hal ini terjadi karena area tersebut:
Oleh sebab itu, pemeriksaan rutin sebaiknya difokuskan pada bagian kaki, alas, dan sudut belakang lemari.
Penanganan terbaik bergantung pada tingkat kerusakan furniture.
Apabila rayap baru menyerang sebagian kecil kayu dan struktur lemari masih kuat, furniture biasanya masih dapat diperbaiki.
Langkah yang umum dilakukan meliputi:
Apabila rangka utama sudah keropos, pintu tidak lagi kokoh, atau sebagian besar kayu telah habis dimakan rayap, biaya perbaikan sering kali tidak lagi sebanding dengan nilai furniture tersebut.
Dalam kondisi seperti ini, mengganti lemari dengan furniture baru yang menggunakan kayu berkualitas dan telah diawetkan biasanya menjadi pilihan yang lebih ekonomis.
Mencegah selalu lebih mudah daripada memperbaiki furniture yang sudah rusak.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Baca juga: Anti Rayap: Prinsip Kerja Metode Prakonstruksi, Paskakonstruksi, Injeksi, Baiting, dan Pipanisasi untuk memahami bagaimana perlindungan anti rayap bekerja dan mengapa setiap metode digunakan pada kondisi bangunan yang berbeda. Anti Rayap: Prinsip Kerja Metode Prakonstruksi, Paskakonstruksi, Injeksi, Baiting, dan Pipanisasi
Lemari kayu dapat diserang oleh rayap kayu kering maupun rayap tanah, tergantung kondisi lingkungan dan jenis kayu yang digunakan. Selain faktor kelembapan, kualitas kayu, proses pengawetan, dan usia furniture juga memengaruhi tingkat kerentanannya terhadap rayap.
Jika Anda menemukan tanda-tanda serangan seperti frass, jalur tanah, atau bagian kayu yang mulai keropos, segera lakukan pemeriksaan. Penanganan sejak awal dapat menyelamatkan furniture sekaligus mencegah rayap menyebar ke perabot kayu lainnya di dalam rumah.
Apakah lemari MDF bisa kena rayap?
Ya. MDF dibuat dari serat kayu yang masih mengandung selulosa sehingga tetap berpotensi diserang rayap, terutama jika lapisan pelindungnya rusak atau berada di lingkungan yang lembap.
Apakah rayap pada lemari bisa menyebar ke furniture lain?
Bisa. Koloni rayap dapat berpindah ke meja, rak buku, kusen, pintu, bahkan struktur bangunan jika masih tersedia sumber makanan berupa kayu atau material yang mengandung selulosa.
Apakah semua kayu jati tahan rayap?
Tidak. Bagian teras kayu jati memiliki ketahanan alami yang tinggi, sedangkan bagian gubal yang berwarna lebih putih tetap lebih rentan terhadap serangan rayap.
Dipublikasikan pada: 17 Juli 2026
Terakhir diperbarui pada: 25 Juli 2026