Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Setiap jenis kayu memiliki tingkat ketahanan yang berbeda terhadap rayap. Artikel ini membahas ranking kayu berdasarkan tingkat kerentanannya, mulai dari sengon, mahoni, dan meranti yang lebih mudah diserang, hingga bangkirai, ulin, dan jati yang memiliki ketahanan alami lebih baik. Selain itu, dijelaskan pula faktor yang memengaruhi serangan rayap, pentingnya pengawetan kayu, serta tips memilih material yang lebih awet untuk bangunan dan furniture.
Memilih jenis kayu yang tepat merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko serangan rayap. Namun, masih banyak anggapan bahwa rayap hanya menyukai kayu tertentu atau tidak mampu menyerang kayu keras seperti jati.

Faktanya, rayap dapat menyerang hampir semua jenis kayu. Perbedaannya terletak pada seberapa cepat rayap mengonsumsi kayu tersebut. Beberapa jenis kayu memiliki ketahanan alami yang lebih baik karena mengandung minyak, resin, atau senyawa ekstraktif yang tidak disukai rayap. Sebaliknya, kayu dengan kepadatan rendah dan kandungan pati tinggi cenderung lebih mudah diserang.
Lalu, kayu apa saja yang paling disukai rayap? Berikut penjelasannya.
Rayap tidak memilih kayu berdasarkan warna atau tampilannya, melainkan berdasarkan kandungan nutrisi dan kondisi kayu.
Beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kerentanan kayu terhadap rayap antara lain:
Semakin lunak dan lembap kayu, umumnya semakin mudah rayap mengonsumsinya.
Kayu sengon banyak digunakan untuk furniture dan konstruksi ringan karena harganya relatif murah serta mudah diolah.
Namun, sengon memiliki kepadatan yang rendah sehingga menjadi salah satu jenis kayu yang paling cepat diserang rayap apabila tidak diawetkan.
Mahoni memiliki tampilan yang menarik dan sering digunakan untuk furniture. Meski lebih kuat dibanding sengon, kayu ini tetap memiliki ketahanan alami yang tergolong sedang terhadap rayap.
Pengawetan sangat disarankan apabila digunakan pada bangunan atau furniture yang berisiko terkena kelembapan.
Meranti merupakan salah satu kayu yang banyak digunakan pada kusen, pintu, dan rangka bangunan.
Tanpa perlindungan anti rayap, meranti dapat mengalami kerusakan cukup cepat, terutama pada daerah tropis yang lembap.
Kayu kamper dikenal memiliki aroma khas yang berasal dari kandungan minyak alaminya.
Minyak tersebut memberikan perlindungan alami terhadap beberapa organisme perusak kayu. Namun, ketahanan kamper terhadap rayap tetap tidak sebaik kayu keras berkualitas tinggi.
Bangkirai termasuk kayu keras yang cukup tahan terhadap cuaca dan memiliki ketahanan lebih baik terhadap rayap dibandingkan meranti atau mahoni.
Karena sifatnya yang kuat, bangkirai sering digunakan untuk decking, pagar, maupun konstruksi luar ruangan.
Kayu ulin atau dikenal sebagai kayu besi memiliki kepadatan yang sangat tinggi.
Kandungan zat ekstraktif alami membuat rayap lebih sulit mengonsumsinya. Oleh karena itu, ulin sering digunakan pada konstruksi yang membutuhkan daya tahan tinggi.
Kayu jati merupakan salah satu jenis kayu yang paling populer untuk furniture premium.
Bagian teras kayu (heartwood) mengandung minyak alami yang membuatnya relatif tahan terhadap rayap maupun jamur.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua bagian kayu jati memiliki ketahanan yang sama.
Bagian gubal (sapwood) yang berwarna lebih terang masih memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi sehingga lebih rentan terhadap serangan rayap.
Artinya, furniture berbahan jati tetap dapat mengalami kerusakan apabila menggunakan banyak bagian gubal atau tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.
Tidak.
Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi.
Meskipun kayu keras seperti jati atau ulin memiliki ketahanan alami yang lebih baik, rayap tetap dapat menyerangnya apabila:
Dengan kata lain, tahan rayap bukan berarti kebal rayap.
Baca juga: Mengenal 3 Jenis Serangga Perusak Kayu selain Rayap
Ya.
Pada industri furniture maupun konstruksi, banyak jenis kayu diberi perlakuan menggunakan bahan pengawet anti rayap.
Metode yang umum digunakan meliputi:
Tujuannya adalah memasukkan bahan pengawet hingga ke dalam serat kayu sehingga rayap lebih sulit merusaknya.
Namun, perlindungan ini juga memiliki masa efektif. Seiring bertambahnya usia kayu dan paparan lingkungan, efektivitas bahan pengawet dapat menurun sehingga pemeriksaan berkala tetap diperlukan.
Jika Anda sedang memilih material untuk rumah atau furniture, pertimbangkan beberapa hal berikut:
Harga kayu yang lebih murah belum tentu memberikan biaya yang lebih rendah dalam jangka panjang apabila harus sering diperbaiki akibat serangan rayap.
Rayap dapat menyerang hampir semua jenis kayu, tetapi tingkat kerentanannya berbeda-beda. Sengon, mahoni, dan meranti umumnya lebih mudah diserang, sedangkan bangkirai, ulin, dan jati memiliki ketahanan alami yang lebih baik.
Meski demikian, tidak ada kayu yang benar-benar kebal terhadap rayap. Kualitas kayu, proses pengawetan, kondisi lingkungan, serta kelembapan tetap menjadi faktor utama yang menentukan seberapa besar risiko serangan rayap. Oleh karena itu, memilih jenis kayu yang tepat sebaiknya diikuti dengan perlindungan anti rayap dan perawatan secara berkala agar bangunan maupun furniture dapat bertahan lebih lama.
Dipublikasikan pada: 4 Agustus 2026
Terakhir diperbarui pada: 4 Agustus 2026