Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Kelelawar sering bersarang di plafon, loteng, gudang, atau bangunan yang jarang digunakan. Kehadirannya dapat menimbulkan bau menyengat, kotoran (guano), suara berisik, hingga risiko penyakit tertentu. Namun, tidak semua cara mengusir kelelawar aman maupun efektif. Artikel ini membahas penyebab kelelawar masuk rumah, metode pengusiran yang realistis, cara mencegah mereka kembali, serta alasan mengapa kelelawar tidak sebaiknya dibunuh.
Kelelawar merupakan mamalia dari ordo Chiroptera, satu-satunya kelompok mamalia yang mampu terbang aktif. Di Indonesia terdapat lebih dari 200 spesies kelelawar, sebagian besar hidup di gua, hutan, pepohonan, maupun bangunan.

Rumah dapat menjadi tempat berlindung apabila menyediakan kondisi yang menyerupai habitat alami, seperti:
Pada siang hari kelelawar beristirahat, sedangkan menjelang senja mereka keluar mencari makan.
Banyak orang langsung menganggap semua kelelawar berbahaya. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Sebagian besar kelelawar justru memiliki manfaat besar bagi ekosistem.
Beberapa spesies membantu:
Seekor kelelawar pemakan serangga bahkan dapat memangsa ratusan hingga ribuan serangga dalam satu malam.
Namun, apabila kelelawar bersarang di dalam bangunan, masalah yang muncul bukan hanya suara berisik.
Kotoran kelelawar (guano) dapat:
Beberapa ciri yang sering ditemukan antara lain:
Jika populasi sudah cukup besar, bau biasanya menjadi indikator paling mudah dikenali.
Langkah pertama adalah mengamati bangunan saat matahari mulai terbenam.
Perhatikan apakah kelelawar keluar melalui:
Jalur ini nantinya akan menjadi fokus pengendalian.
Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung menutup semua lubang.
Akibatnya kelelawar terjebak di dalam plafon dan mati.
Selain menimbulkan bau bangkai, kondisi ini juga dapat mengundang belatung maupun serangga lainnya.
Metode yang lebih tepat adalah memastikan seluruh kelelawar sudah keluar terlebih dahulu.
Di banyak negara, metode yang paling direkomendasikan adalah one-way exclusion device.
Prinsipnya sederhana.
Metode ini jauh lebih efektif dibanding mengusir menggunakan asap atau racun.
Setelah dipastikan seluruh kelelawar keluar, lakukan penutupan permanen menggunakan material yang sesuai, misalnya:
Lubang sekecil sekitar 1,5–2 cm saja sudah cukup dimanfaatkan beberapa spesies kelelawar.
Setelah kelelawar pergi, area bekas sarang perlu dibersihkan.
Gunakan:
Hindari menyapu guano dalam kondisi kering karena debunya dapat beterbangan.
Apabila kotoran sudah sangat banyak, pembersihan sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman.
Banyak informasi di internet menyarankan berbagai cara yang sebenarnya kurang efektif.
Belum ada bukti ilmiah kuat bahwa kapur barus mampu mengusir koloni kelelawar secara permanen.
Bau kapur barus mungkin hanya memberikan efek sementara.
Berbagai alat ultrasonik dipasarkan sebagai pengusir kelelawar.
Namun hasil penelitian menunjukkan efektivitasnya masih tidak konsisten dan sangat dipengaruhi kondisi lapangan.
Karena itu metode ini tidak dianggap sebagai solusi utama.
Cara ini sangat berbahaya.
Selain berisiko menyebabkan kebakaran, tindakan tersebut juga dapat membunuh satwa yang sebenarnya memiliki manfaat ekologis.
Penggunaan racun tidak dianjurkan.
Kelelawar yang mati di dalam plafon akan menimbulkan bau menyengat selama beberapa hari hingga minggu.
Selain itu, penggunaan racun juga dapat berdampak pada satwa lain.
Tidak semua kelelawar berstatus dilindungi.
Namun beberapa spesies di Indonesia memang termasuk satwa yang mendapat perlindungan.
Selain itu, kelelawar memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Karena itu pendekatan yang dianjurkan adalah mengeluarkan kelelawar dari bangunan, bukan memusnahkannya.
Penanganan profesional sebaiknya dipertimbangkan apabila:
Teknisi biasanya melakukan inspeksi, menentukan jalur masuk, memasang sistem eksklusi, lalu membantu menutup akses agar kelelawar tidak kembali.
Mengusir kelelawar tidak cukup hanya menggunakan bau-bauan atau alat ultrasonik.
Metode yang paling efektif adalah mengidentifikasi jalur masuk, membiarkan kelelawar keluar secara alami menggunakan sistem one-way exit, kemudian menutup seluruh akses masuk setelah koloni benar-benar pergi.
Pendekatan ini lebih aman bagi penghuni rumah sekaligus tidak merusak peran penting kelelawar sebagai bagian dari ekosistem.
Dipublikasikan pada: 27 Desember 2021
Terakhir diperbarui pada: 26 Juni 2026