cara mengusir kalelawar

Cara Mengusir Kelelawar dari Rumah dengan Aman, Efektif, dan Tidak Melukai Satwa

Kelelawar sering bersarang di plafon, loteng, gudang, atau bangunan yang jarang digunakan. Kehadirannya dapat menimbulkan bau menyengat, kotoran (guano), suara berisik, hingga risiko penyakit tertentu. Namun, tidak semua cara mengusir kelelawar aman maupun efektif. Artikel ini membahas penyebab kelelawar masuk rumah, metode pengusiran yang realistis, cara mencegah mereka kembali, serta alasan mengapa kelelawar tidak sebaiknya dibunuh.

Kelelawar merupakan mamalia dari ordo Chiroptera, satu-satunya kelompok mamalia yang mampu terbang aktif. Di Indonesia terdapat lebih dari 200 spesies kelelawar, sebagian besar hidup di gua, hutan, pepohonan, maupun bangunan.

cara mengusir kalelawar

Rumah dapat menjadi tempat berlindung apabila menyediakan kondisi yang menyerupai habitat alami, seperti:

  • loteng yang gelap;
  • plafon dengan celah;
  • gudang yang jarang digunakan;
  • atap dengan ventilasi terbuka;
  • bangunan kosong;
  • pohon besar di sekitar rumah.

Pada siang hari kelelawar beristirahat, sedangkan menjelang senja mereka keluar mencari makan.


Apakah Kelelawar Berbahaya?

Banyak orang langsung menganggap semua kelelawar berbahaya. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Sebagian besar kelelawar justru memiliki manfaat besar bagi ekosistem.

Beberapa spesies membantu:

  • menyerbuki bunga,
  • menyebarkan biji tanaman,
  • mengendalikan populasi serangga.

Seekor kelelawar pemakan serangga bahkan dapat memangsa ratusan hingga ribuan serangga dalam satu malam.

Namun, apabila kelelawar bersarang di dalam bangunan, masalah yang muncul bukan hanya suara berisik.

Kotoran kelelawar (guano) dapat:

  • menimbulkan bau menyengat,
  • merusak plafon,
  • mengundang kecoa dan lalat,
  • menjadi media pertumbuhan jamur tertentu apabila menumpuk dalam jumlah besar.

Tanda Ada Kelelawar Bersarang

Beberapa ciri yang sering ditemukan antara lain:

  • suara mencicit menjelang malam;
  • bau amonia yang cukup tajam;
  • terdapat kotoran kecil berwarna hitam di lantai;
  • terlihat kelelawar keluar dari atap saat matahari terbenam;
  • terdapat noda pada dinding dekat celah masuk.

Jika populasi sudah cukup besar, bau biasanya menjadi indikator paling mudah dikenali.


Cara Mengusir Kelelawar yang Aman

1. Temukan Jalur Keluar Masuknya

Langkah pertama adalah mengamati bangunan saat matahari mulai terbenam.

Perhatikan apakah kelelawar keluar melalui:

  • ventilasi,
  • celah genteng,
  • lubang plafon,
  • sambungan atap.

Jalur ini nantinya akan menjadi fokus pengendalian.


2. Jangan Menutup Lubang Saat Kelelawar Masih Berada di Dalam

Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung menutup semua lubang.

Akibatnya kelelawar terjebak di dalam plafon dan mati.

Selain menimbulkan bau bangkai, kondisi ini juga dapat mengundang belatung maupun serangga lainnya.

Metode yang lebih tepat adalah memastikan seluruh kelelawar sudah keluar terlebih dahulu.


3. Gunakan One-Way Exit

Di banyak negara, metode yang paling direkomendasikan adalah one-way exclusion device.

Prinsipnya sederhana.

  • kelelawar tetap bisa keluar,
  • tetapi tidak dapat masuk kembali.

Metode ini jauh lebih efektif dibanding mengusir menggunakan asap atau racun.


4. Tutup Semua Celah Setelah Koloni Keluar

Setelah dipastikan seluruh kelelawar keluar, lakukan penutupan permanen menggunakan material yang sesuai, misalnya:

  • kawat galvanis,
  • wire mesh,
  • mortar,
  • sealant,
  • penutup ventilasi khusus.

Lubang sekecil sekitar 1,5–2 cm saja sudah cukup dimanfaatkan beberapa spesies kelelawar.


5. Bersihkan Guano dengan Aman

Setelah kelelawar pergi, area bekas sarang perlu dibersihkan.

Gunakan:

  • masker respirator,
  • sarung tangan,
  • pakaian lengan panjang.

Hindari menyapu guano dalam kondisi kering karena debunya dapat beterbangan.

Apabila kotoran sudah sangat banyak, pembersihan sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman.


Cara yang Tidak Disarankan

Banyak informasi di internet menyarankan berbagai cara yang sebenarnya kurang efektif.

Menggunakan Kapur Barus

Belum ada bukti ilmiah kuat bahwa kapur barus mampu mengusir koloni kelelawar secara permanen.

Bau kapur barus mungkin hanya memberikan efek sementara.


Menggunakan Ultrasonik

Berbagai alat ultrasonik dipasarkan sebagai pengusir kelelawar.

Namun hasil penelitian menunjukkan efektivitasnya masih tidak konsisten dan sangat dipengaruhi kondisi lapangan.

Karena itu metode ini tidak dianggap sebagai solusi utama.


Membakar Sarang

Cara ini sangat berbahaya.

Selain berisiko menyebabkan kebakaran, tindakan tersebut juga dapat membunuh satwa yang sebenarnya memiliki manfaat ekologis.


Menggunakan Racun

Penggunaan racun tidak dianjurkan.

Kelelawar yang mati di dalam plafon akan menimbulkan bau menyengat selama beberapa hari hingga minggu.

Selain itu, penggunaan racun juga dapat berdampak pada satwa lain.


Apakah Kelelawar Dilindungi?

Tidak semua kelelawar berstatus dilindungi.

Namun beberapa spesies di Indonesia memang termasuk satwa yang mendapat perlindungan.

Selain itu, kelelawar memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Karena itu pendekatan yang dianjurkan adalah mengeluarkan kelelawar dari bangunan, bukan memusnahkannya.


Kapan Harus Memanggil Jasa Profesional?

Penanganan profesional sebaiknya dipertimbangkan apabila:

  • koloni berjumlah puluhan hingga ratusan ekor;
  • kelelawar berada di plafon tinggi;
  • terdapat banyak guano;
  • bangunan bertingkat;
  • sulit menemukan titik masuk;
  • penghuni khawatir terhadap risiko kesehatan.

Teknisi biasanya melakukan inspeksi, menentukan jalur masuk, memasang sistem eksklusi, lalu membantu menutup akses agar kelelawar tidak kembali.


Kesimpulan

Mengusir kelelawar tidak cukup hanya menggunakan bau-bauan atau alat ultrasonik.

Metode yang paling efektif adalah mengidentifikasi jalur masuk, membiarkan kelelawar keluar secara alami menggunakan sistem one-way exit, kemudian menutup seluruh akses masuk setelah koloni benar-benar pergi.

Pendekatan ini lebih aman bagi penghuni rumah sekaligus tidak merusak peran penting kelelawar sebagai bagian dari ekosistem.


Referensi

  1. International Union for Conservation of Nature (IUCN). Bats and Ecosystem Services.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Preventing Exposure to Bats.
  3. Bat Conservation International. Humane Bat Exclusion.
  4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Daftar Jenis Satwa Dilindungi Indonesia.
  5. Kunz TH, Fenton MB. Bat Ecology. University of Chicago Press.

Dipublikasikan pada: 27 Desember 2021
Terakhir diperbarui pada: 26 Juni 2026