cara membasmi tomcat atau tocat

Cara Membasmi Tocat (Tomcat) di Rumah dengan Aman Tanpa Memperparah Iritasi Kulit

Tocat atau yang lebih dikenal sebagai tomcat bukanlah semut maupun rayap, melainkan kumbang kecil dari genus Paederus. Serangga ini tidak menggigit atau menyengat, tetapi cairan tubuhnya mengandung racun yang dapat menyebabkan iritasi kulit apabila tertekan atau hancur. Artikel ini membahas cara membasmi tocat dengan aman, penyebab kemunculannya, serta langkah pencegahan agar tidak kembali masuk ke rumah.

Di berbagai daerah di Indonesia, serangga ini sering disebut tocat, tomcat, atau semut tomcat. Padahal secara ilmiah, tomcat bukan semut.

cara membasmi tomcat atau tocat

Tomcat merupakan kumbang kecil dari genus Paederus, famili Staphylinidae (rove beetle). Tubuhnya ramping dengan warna oranye dan hitam yang khas, berukuran sekitar 7–10 mm.

Yang membuat tomcat berbahaya bukan gigitannya, melainkan cairan tubuh yang mengandung pederin, yaitu senyawa toksik yang dapat menyebabkan peradangan pada kulit.

Karena itu, cara membasmi tocat harus berbeda dengan serangga rumah lainnya.


Mengapa Tocat Masuk ke Dalam Rumah?

Tomcat sebenarnya lebih banyak hidup di area persawahan, lahan pertanian, kebun, dan padang rumput yang lembap.

Mereka mulai masuk ke permukiman ketika habitatnya terganggu, misalnya akibat:

  • panen padi;
  • pembukaan lahan;
  • perubahan musim;
  • penggunaan lampu terang pada malam hari;
  • bangunan yang dekat dengan sawah atau kebun.

Tomcat termasuk serangga yang tertarik pada cahaya (positively phototactic) sehingga sering beterbangan menuju lampu rumah pada malam hari.


Apakah Tomcat Menggigit?

Tidak.

Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi.

Tomcat:

  • tidak menggigit;
  • tidak menyengat;
  • tidak mengisap darah;
  • tidak menyerang manusia.

Masalah muncul ketika serangga ini terpencet, baik oleh tangan, pakaian, handuk, maupun saat seseorang berguling ketika tidur.

Saat tubuhnya hancur, cairan yang mengandung pederin keluar dan mengenai kulit.

Beberapa jam kemudian kulit dapat mengalami:

  • rasa panas;
  • kemerahan;
  • lepuh;
  • iritasi;
  • luka memanjang mengikuti bekas usapan.

Kondisi ini dikenal sebagai Paederus dermatitis atau dermatitis linearis.


Cara Membasmi Tocat dengan Aman

1. Jangan Menepuk Tomcat dengan Tangan

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah langsung memukul atau menekan tomcat.

Cara ini justru meningkatkan risiko cairan pederin mengenai kulit.

Apabila menemukan tomcat, lebih baik:

  • gunakan kertas;
  • sapu kecil;
  • gelas;
  • tisu tebal.

Kemudian pindahkan ke luar rumah atau buang tanpa menyentuh tubuhnya secara langsung.


2. Kurangi Cahaya Terang pada Malam Hari

Karena tertarik pada cahaya, tomcat lebih mudah masuk ke rumah yang menggunakan lampu terang dengan pintu atau jendela terbuka.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  • tutup jendela saat malam;
  • gunakan tirai;
  • matikan lampu luar yang tidak diperlukan;
  • gunakan lampu berwarna hangat (warm white) bila memungkinkan.

3. Pasang Kasa Nyamuk pada Ventilasi

Kasa nyamuk bukan hanya efektif mencegah nyamuk, tetapi juga membantu mengurangi masuknya berbagai serangga kecil termasuk tomcat.

Pastikan tidak ada celah pada:

  • ventilasi;
  • jendela;
  • lubang exhaust;
  • pintu.

4. Bersihkan Vegetasi yang Terlalu Rimbun di Sekitar Rumah

Rumput tinggi, semak, dan tanaman liar dapat menjadi tempat berlindung berbagai serangga.

Menjaga halaman tetap rapi membantu mengurangi kemungkinan tomcat berada terlalu dekat dengan rumah.


5. Gunakan Insektisida Bila Populasi Sangat Banyak

Apabila tomcat muncul dalam jumlah besar akibat migrasi dari area persawahan atau lahan terbuka, penggunaan insektisida dapat dipertimbangkan.

Namun penyemprotan sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan hanya menggunakan produk yang telah terdaftar sesuai petunjuk penggunaan.

Perlu diingat bahwa membunuh tomcat satu per satu tidak selalu menyelesaikan masalah apabila sumber kedatangannya berasal dari lingkungan sekitar.


Apa yang Harus Dilakukan Jika Tomcat Mengenai Kulit?

Apabila tomcat terlanjur menempel pada kulit:

  1. Jangan menekan atau menggosoknya.
  2. Tiup atau singkirkan secara perlahan menggunakan kertas.
  3. Segera cuci area kulit dengan sabun dan air mengalir.
  4. Hindari menyentuh bagian tubuh lain sebelum mencuci tangan.

Jika sudah muncul iritasi yang cukup berat, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.


Cara Mencegah Tocat Datang Kembali

Pencegahan lebih efektif dibanding harus menangani iritasi kulit.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • memasang kasa pada ventilasi;
  • menutup pintu dan jendela saat malam;
  • mengurangi lampu luar yang terlalu terang;
  • menjaga kebersihan halaman;
  • memangkas semak di sekitar rumah;
  • membersihkan serangga yang mati agar tidak menarik predator lain.

Apabila rumah berada di dekat sawah, kemunculan tomcat biasanya bersifat musiman sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan pada periode tersebut.


Kapan Harus Memanggil Jasa Pengendalian Hama?

Bantuan profesional dapat dipertimbangkan apabila:

  • tomcat muncul dalam jumlah besar setiap malam;
  • bangunan berada dekat area persawahan;
  • penghuni sering mengalami dermatitis akibat tomcat;
  • serangga terus masuk meskipun ventilasi sudah ditutup.

Inspeksi akan membantu menentukan sumber masuknya tomcat dan metode pengendalian yang paling sesuai tanpa meningkatkan risiko paparan pederin.


Kesimpulan

Cara membasmi tocat tidak sama dengan membasmi nyamuk atau kecoa. Yang paling penting adalah menghindari kontak langsung dengan tubuh serangga, karena cairan pederin di dalam tubuhnya dapat menyebabkan iritasi kulit.

Mengurangi cahaya yang menarik tomcat, memasang kasa pada ventilasi, menjaga kebersihan lingkungan, dan menutup jalur masuk merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibanding menekan atau memukul tomcat ketika menemukannya.


Referensi

  1. World Health Organization (WHO). Paederus dermatitis. Tersedia di: https://www.who.int. Diakses pada 26 Juni 2026.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Rove Beetles (Paederus spp.). Tersedia di: https://www.cdc.gov. Diakses pada 26 Juni 2026.
  3. Capinera JL. Encyclopedia of Entomology. Springer. Diakses pada 26 Juni 2026.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI). Paederus Dermatitis: An Outbreak, Increasing Incidence or Changing Seasonal Pattern? Tersedia di: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3555389/. Diakses pada 26 Juni 2026.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Waspada Dermatitis akibat Tomcat. Tersedia di: https://kemkes.go.id. Diakses pada 26 Juni 2026.

Dipublikasikan pada: 1 Januari 2022
Terakhir diperbarui pada: 26 Juni 2026