Alamat:
Jl. Kebo Iwa II Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kota Denpasar
Jam Kerja
Senin-Jumat: 8AM - 5PM
Sabtu-Minggu: 8AM - 3PM

Semut sering masuk ke rumah karena mencari makanan, air, atau tempat berlindung. Meskipun terlihat sepele, infestasi semut dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan, terutama jika jumlahnya terus bertambah. Artikel ini membahas penyebab semut masuk ke rumah, cara mengusir semut secara efektif menggunakan metode alami maupun perbaikan sanitasi, serta langkah-langkah pencegahan agar semut tidak kembali. Anda juga akan mengetahui kapan infestasi semut memerlukan penanganan oleh jasa pest control profesional.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan pendekatan modern yang menggabungkan pencegahan, monitoring, identifikasi hama, pengelolaan lingkungan, pengendalian fisik, biologis, mekanis, hingga penggunaan pestisida secara selektif. Berbeda dengan metode konvensional yang hanya berfokus pada penyemprotan pestisida, PHT bertujuan mengendalikan populasi hama hingga berada pada tingkat yang tidak menimbulkan kerugian. Artikel ini membahas sejarah lahirnya konsep PHT, prinsip dasar, metode pengendalian, hubungan antar komponennya, tahapan pelaksanaan, kelebihan dan keterbatasannya, serta contoh penerapan pada tikus, rayap, kecoa, dan nyamuk di lingkungan permukiman.

Bawang putih sering digunakan sebagai bahan pestisida alami karena mengandung senyawa sulfur yang memiliki aroma menyengat dan dapat membantu mengurangi aktivitas beberapa jenis hama tanaman. Namun, apakah pestisida bawang putih benar-benar ampuh? Artikel ini membahas cara membuat pestisida alami dari bawang putih, mekanisme kerjanya berdasarkan penelitian, jenis hama yang dapat dipengaruhi, serta keterbatasannya dibanding pestisida komersial.

Anti rayap bukan sekadar menyemprot rayap yang terlihat. Dalam standar teknis, pengendalian rayap dilakukan dengan membentuk perlindungan pada tanah, komponen bangunan, atau koloni rayap agar akses rayap ke bangunan dapat dicegah atau dikendalikan. Artikel ini membahas prinsip kerja metode anti rayap yang populer di Indonesia, mulai dari prakonstruksi menurut SNI 2404:2015, paskakonstruksi menurut SNI 2405:2015, sistem injeksi, pengumpanan, hingga sistem pipanisasi sebagai alternatif modern.